Example 728x250
Lampung Tengah

Wujud Bhakti Pada Negeri, Pasukan Merah Putih Narapidana Lapas Gunung Sugih Lakukan Pengecatan Gedung Perkantoran

202
×

Wujud Bhakti Pada Negeri, Pasukan Merah Putih Narapidana Lapas Gunung Sugih Lakukan Pengecatan Gedung Perkantoran

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL.COM, Lampung Tengah_ INFO_PAS. Mengawali bulan suci Ramadhan 1439 H jajaran pemasyarakatan khususnya Lapas Gunung Sugih, pada tanggal 20 Mei 2018 melakukan Kerja Bakti dengan membersihkan lingkungan UPT Pemasyarakatan dengan melibatkan narapidana dan pegawai, pengecatan bangunan gedung kantor UPT Pemasyarakatan secara serentak dengan menggunakan warna abu-abu muda dan merah hati ini adalah program unggulan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan makna bahwa Narapidana telah mengakui kesalahan dan ingin menebusnya. Hal ini disampaikan Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani saat memimpin langsung jajarannya melakukan kebersihan lingkungan kantor dan pengecatan gedung di halaman Lapas, Minggu 20/5.

Syarpani menyampaikan perlu langkah nyata bagi narapidana untuk berperan dan bermanfaat bagi umat.

“Bentuk nyata dari aktif berperan dalam pembangunan pada saat ini dapat diwujudkan dengan menjadikan narapidana sebagai pioneer dalam melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat”, ujar pendiri pondok asimilasi perkebonan terong lapas ini.

Penggagas santri dalam lapas ini mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini akan panjang sampai penyerahan hasil bakti narapidana pada akhir tahun.

“Pemasyarakatan sebagai salah satu usaha dalam pembangunan karakter bangsa diharapkan dapat mengintegrasikan para narapidana kedalam masyarakat untuk diikutsertakan dalam pembangunan ekonomi negara secara aktif sehingga menimbulkan rasa turut bertanggung jawab dalam usaha bersama mengamankan revolusi”, tutup Syarpani

Sementara itu, Wahyu, Narapidana Kasus pencurian sebagai pasukan merah putih narapidana menyatakan bahwa momen bisa berbuat untuk negara adalah kepercayaan bagi narapidana sebagai upaya penebusan kesalahan kepada masyarakat.

“Momen Ramadhan, puasa bukan halangan untuk bekerja. Kami bisa berkarya dan kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa kami akan berubah lebih baik dengan berbakti pada negeri, mohon masyarakat maafkan kami”, harap Wahyu.(Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }