Filosofi Makan Bubur Panas Berhasil Antarkan Toni Sastra Jaya ke Parlemen

KARYANASIONAL.COM Sebuah keberhasilan atau kesuksesan, diraih melalui proses panjang. Seperti itulah yang dialami Toni Sastra Jaya, S.H, M.H, C.I.L, ketika meniti karir di jalur politik, sehingga berhasil duduk di kursi parlemen Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam kesempatan ngobrol santai bareng politisi Partai Demokrat ini, karyanasional.com mencoba mengulik rahasia sukses perjalanan Tosa–sapaan akrabnya, menjadi seorang wakil rakyat.

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai Advokat ini tak sungkan mengungkap strategi politiknya dalam merebut simpati masyarakat daerah pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Lampung Tengah, pada pemilihan anggota Legislatif April 2019 lalu.

“Awal mula keinginan saya terjun ke politik merupakan panggilan jiwa. Saya merasa penting untuk mengabdikan diri kepada masyarakat di daerah kelahiran saya di Adipuro, Kecamatan Trimurjo khususnya,  dan masyarakat di dapil tiga pada umumnya. Karena dari ilmu pengetahuan yang saya dapat, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Dilanjutkan pria yang juga karib disapa TSJ ini, dirinya banyak belajar politik dari membaca buku yang berkaitan dengan hal itu.

“Bagi saya, yang bermodal pas-pasan, karena tidak berkantong tebal, saya memilih strategi politik filosofis, yang saya sebut politik makan bubur panas. Strategi ini terbukti jitu agar saya bisa diterima masyarakat,” ungkapnya.

Diceritakan Toni, dirinya memilih strategi politik filosofis dengan asumsi rasional, bukan tanpa alasan. Dimana menurutnya, meski lahir dan besar di Trimurjo, namun Tosa dewasa terbiasa mandiri di perantauan.

“Saya memang lahir dan pernah tinggal di Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Lamteng. Tapi beranjak dewasa, saya merantau dan merintis karir sebagai advokat di salah satu provinsi di Indonesia. Meski demikian, kedua orang tua saya sampai saat ini masih berdomisili di Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Lamteng. Jadi singkat cerita, saya hanya pulang kampung setiap Lebaran saja. Sebab itulah, kadang saya merasa sebagai seorang pendatang yang belum banyak dikenal masyarakat disini,” ungkap Toni.

Lantas, bagaimana bisa dirinya dapat dengan tepat diterima masyarakat di daerah pemilihan yang meliputi Kecamatan Trimurjo, Bumiratu Nuban, Bekri,  Bangunrejo, dan Kalirejo itu. Strategi politik filosofis makan bubur panas lah, yang berhasil membawanya menjadi wakil rakyat.

“Makan bubur panas itu kan harus dari pinggir. Kalau langsung dari tengah, pasti bibir akan jontor, karena kepanasan. Karena saya merasa tidak berkantong tebal, ketika nyalon dewan pada waktu itu, maka saya putuskan untuk menyisir simpati masyarakat, mulai dari daerah pinggiran. Perlahan tapi pasti, akhirnya masyarakat di dapil tiga banyak yang mengenal seorang Toni Sastra Jaya, dan mempercayakan amanahnya kepada saya,” tuturnya.

Keberhasilan TSJ itu tentu menginspirasi banyak pihak. Tak terkecuali generasi muda di kabupaten setempat yang ingin berkontribusi dalam pembangunan melalui jalur politik.

“Saat menjadi anggota DPRD Lampung Tengah seperti sekarang, saya hanya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat. Saya sudah memutuskan untuk menghibahkan diri ini menjadi pelayan masyarakat. Khususnya konstituen di dapil saya,” tegas Tosa. (Sur/Dra)

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }