SMSI dan LSM Gempur Lamteng Buatkan Warga Sumur Bor

KARYANASIONAL – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) kembali mengelar Bakti Sosisal (Baksos). Kali ini Baksos yang diberkan untuk masyarakat adalah berupa sumur bor dengan kedalaman 60 meter, yang diberikan kepada masyarakat lingkungan Jalan Seroja RT 02 Dusun II Terbanggi Besar, Lamteng.

Kali ini SMSI tidak berjalan sendiri, akan tetapi kegiatan baksos tersebut berkolaborasi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) Lamteng, untuk bersama- sama membantu masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih dilingkungan tersebut. Sebelumnya, SMSI Lamteng juga telah menggelar kegiatan serupa (Baksos red) berupa beras ratusan sak yang berisikan 10 kilogram, yang diberikan kepada masyarakat di dua kecamatan. Namun kali ini kegiatan baksos kembali digelar, dengan judul yang berbeda.

Ketua SMSI Lamteng, Sudirman Hasanudin, S.AP menyampaikan, membantu masyarakat dalam kesulitan menjadi persoalan bersama, baik itu kesulitan ekonomi, air, pangan maupun kesulitan dalam lainya. “Semoga sumur bor ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan kita SMSI akan tetap berupaya semaksimal mungkin dengan keterbatasan segalanya untuk membantu masyarakat,l, serta saya minta masyarakat dapat merawat sumur bor ini dengan baik,’’ ucap Ketua SMSI.

Karena, lanjut pemilik media siber lintasmerah.com ini, jika kita ingin berbuat untuk masyarakat, maka bermacam-macam jalan yang bisa kita pilih,”Dengan keterbatasan segalanya, apa saja yang bisa dan mampu kita perbuat untuk masyarakat, silahkan kita berbuat, sekecil apapun yang kita perbuat, jika itu perbuatan baik, maka akan selalu menimbulkan hal yang positif,”lanjut Sudirman Hasanudin, S.AP.

Sementara itu Sekretaris LSM Gempur Lamteng, Sukri Zayadi, menyampaikan, kegiatan yang bersifat sosial ditengah masyarakat akan selalu digulirkan. Hal tersebut demi membantu pemerintah dalam menyikapi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, mengingat Kabupaten Lampung Tengah sangatlah luas, maka “Jika kita selalu berpangku tangan, mungkin kecil kemungkinan hal- hal kecil seperti ini akan sulit terdengar oleh pemerintah, inilah kita hadir untuk memnatu pemerintah ditengah- tengah kesulitan masyarakat,” ucap Sukri Zayadi. (red)