Example 728x250
HeadlineHukumLampung Tengah

Pria Asal Bandar Mataram di Tangkap Polisi Usai Open BO

240
×

Pria Asal Bandar Mataram di Tangkap Polisi Usai Open BO

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL – Seorang kuli bangunan asal Sumber Rezeki, Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), berinisial RK (19) ditangkap Tim Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur, setelah membunuh wanita Open BO, EK (26) alias Vina, melalui aplikasi Michat.

EK (26) ditemukan tergeletak tanpa busana dengan kondisi tangan dan kaki terikat di kamar mandi indekos di Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu 24 Desamber 2022 lalu.

Kapolresta Sidoarjo AKBP Kosumo Wahyu Bintaro menjelaskan, RK ditangkap di rumah kerabatnya di Kabupaten Ponorogo, setalah melakukan perbuatannya.

“Pelaku sempat melarikan diri ke daerah Ponorogo dan berhasil kita amankan di sana,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Selasa (27/12/2022).

Sementara itu RK, dihadapan petugas mengaku selama di Sidoarjo sudah menggunakan aplikasi Michat untuk memenuhi kebutuhan biologisnya selama tiga kali.

“Terakhir dengan korban, Sabtu 24 Desamber 2022, dengan tarif Rp 250 ribu sekali kencan,” jelasnya.

Keduanya sepakat melakukan hubungan badan di kamar indekos korban di Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo.

Begitu bertemu, mereka kemudian melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah selesai, RK masuk ke kamar mandi disusul korban. Kemudian, RK meminta tambahan main sekali lagi kepada korban.

“Habis main, saya tanya tarif, dia jawab Rp600 ribu,” kata korban.

RK lantas menanyakan kembali kenapa tambah durasi tarifnya lebih mahal dari tarif kencan pertama yang hanya Rp250 ribu.

“Lalu korban menjawab, kalau tidak punya uang, ya jangan BO. Dari situ saya mulai emosi, saya jawab lagi, kalau bisa ngomongnya jangan nyolot, dia jawab lagi kalau enggak punya uang jangan BO Mas. Tanpa pikir panjang, korban saya cekik waktu di depan kamar mandi,” kata RK.

Setelah mencekik, RK yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini kemudian mengikat tangan dan kaki korban dengan tali rafia.

Tidak hanya itu, RK membekap mulut dan hidung korban dengan handuk, kemudian dibawa ke kamar mandi.

“Saya tidak tahu kalau dia meninggal, intinya sudah tidak bisa bangun,” ujarnya.

RK juga mengaku membawa kabur barang berharga milik korban seperti kalung emas dan HP.

“Handphone saya jual ke konter, kalungnya jatuh waktu kembali ke tempat pekerjaan,” sesalnya.

Saat ini, Polisi turut mengamankan barang bukti seperti HP dan pakaian milik korban.

Pewarta: Wahyu

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }