KARYA NASIONAL – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) memperkuat komitmen dalam mencetak Generasi Berencana (Gen-Re) melalui implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Langkah strategis ini diawali dengan koordinasi intensif bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) setempat, dengan menetapkan MAN 1 Poncowati sebagai salah satu sekolah percontohan.
Kepala Kemenag Lampung Tengah, Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya konkret untuk mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam kurikulum madrasah secara menyeluruh. Melalui unit terkait seperti Bimas Islam, Kemenag berperan aktif dalam membina guru dan memastikan materi mengenai kesehatan reproduksi serta perencanaan keluarga tersampaikan dengan baik kepada siswa di seluruh jenjang, mulai dari MI, MTs, hingga MA.
Fokus utama dari sinergi ini adalah menyiapkan siswa agar memiliki pemahaman yang mendalam mengenai isu kependudukan sejak dini. Dengan integrasi materi yang tepat, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki perencanaan hidup matang, mulai dari menata jenjang pendidikan, karier, hingga kesiapan dalam membangun keluarga berkualitas di masa depan.
Lebih lanjut, Maryan Hasan menekankan bahwa pembentukan Madrasah Siaga Kependudukan (MSK) bertujuan untuk membentengi remaja dari berbagai problematika sosial. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan karakter yang kuat agar terhindar dari risiko pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas, sekaligus membentuk sikap yang bertanggung jawab serta adaptif terhadap dinamika penduduk.
“Melalui sinergi lintas sektor ini, kami berharap madrasah mampu menjadi wadah pembentukan karakter remaja yang berwawasan kependudukan dan memiliki perencanaan kehidupan yang kokoh. Hal ini merupakan investasi besar untuk menyiapkan Generasi Berencana yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas,” ujar Maryan Hasan pada Rabu (21/1/2026).
Kolaborasi berkelanjutan antara Kemenag, DPPKB, dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat mewujudkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sigap dalam menyiapkan masa depan bangsa melalui generasi muda yang berencana. (Rik/Dodi)





