KARYA NASIONAL – Guna memutus rantai kerusakan dini pada infrastruktur publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah resmi akan menghidupkan kembali fungsi Mantri Jalan. Plt. Bupati I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menegaskan bahwa keberadaan petugas khusus pengawas jalan ini sangat krusial untuk melakukan deteksi dini kerusakan serta perawatan drainase, sehingga jalan yang telah dibangun dapat dirasakan manfaatnya secara jangka panjang oleh masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan I Komang Koheri saat meresmikan ruas jalan rigid beton dan aspal sepanjang 4,098 kilometer yang menghubungkan Kampung Negara Aji Tua hingga Marhen. Peresmian yang berlangsung di Lapangan Kampung Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha ini, menjadi momentum titik balik dalam manajemen perawatan jalan di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, I Komang Koheri menjelaskan bahwa tantangan utama pemerintah daerah bukan hanya pada proses pembangunan, melainkan pada konsistensi pemeliharaan. Selama ini, banyak ruas jalan yang cepat mengalami penurunan kualitas karena kurangnya pengawasan rutin di lapangan.
“Hari ini kita tidak hanya meresmikan jalan, tapi kita mencanangkan sistem baru. Kami akan menghidupkan kembali Mantri Jalan agar kondisi jalan-jalan di Lampung Tengah terkontrol dan terawat dengan baik. Kita ingin pembangunan ini tidak sia-sia dan bisa bertahan lama,” ujar I Komang Koheri, Rabu (21/01/2026).
Rencana pengaktifan kembali peran ini bertujuan agar setiap kerusakan kecil pada badan jalan tidak dibiarkan begitu saja hingga menjadi lubang besar. Nantinya, Mantri Jalan akan memikul tanggung jawab teknis.
“Kami ingin ada petugas yang benar-benar fokus mengawasi. Jika drainase tersumbat atau ada bibit kerusakan, Mantri Jalan harus segera bertindak. Perawatan rutin jauh lebih murah daripada membangun ulang jalan yang sudah terlanjur hancur,” tambahnya.
Kebijakan ini didukung penuh oleh jajaran pejabat yang hadir, termasuk Staf Ahli Bupati Zulfikar Irwan, Kepala Inspektorat Tri Hendriyanto, dan Plt. Kepala Bappeda Iswantoro. Sinergi ini memastikan bahwa pengaktifan Mantri Jalan akan dikawal dari sisi perencanaan anggaran hingga efektivitas pengawasannya di lapangan.
Kepala Kampung Negara Aji Tua, Hendara Wijaya, menyambut antusias rencana ini. Ia menilai kehadiran Mantri Jalan akan memberikan rasa tenang bagi warga karena infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi mereka kini memiliki “penjaga” khusus yang memastikan jalan tetap layak fungsi.
Dengan menghidupkan kembali Mantri Jalan, I Komang Koheri berharap Lampung Tengah dapat menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan, di mana pembangunan fisik dibarengi dengan sistem perawatan yang tangguh. (Dodi)





