KARYA NASIONAL – Lebih dari sekadar seremonial pelepasan delegasi, keberangkatan tiga siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) perwakilan Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) ke ajang Duta Anti Narkotika tingkat nasional di Jawa Timur ditegaskan sebagai panggung pembuktian martabat daerah.
Plt. Bupati Lampung Tengah, I. Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyatakan bahwa keikutsertaan tersebut merupakan representasi dari kualitas pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda di Bumi Beguwai Jejamo Wawai.
Dalam audiensi yang berlangsung khidmat. Plt. Bupati menekankan bahwa kompetisi ini adalah momentum krusial bagi para siswi untuk memvalidasi kapasitas mereka di hadapan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan di tingkat nasional akan menjadi bukti nyata bahwa putra-putri daerah memiliki daya saing yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Kalian berangkat bukan hanya membawa identitas sekolah, melainkan membawa marwah dan nama besar Kabupaten Lampung Tengah. Saya ingin kalian menjadikan perlombaan ini sebagai ajang pembuktian nyata; buktikan bahwa generasi muda kita memiliki mentalitas pemenang, disiplin yang tinggi, dan etika yang unggul dibandingkan daerah lain,” tegas I. Komang Koheri dalam arahannya, Senin (26/01/2026).
Lebih lanjut, ia mendorong para delegasi untuk tampil tanpa beban namun tetap penuh ambisi dalam menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Menurutnya, kepercayaan diri adalah kunci untuk menaklukkan panggung nasional.
“Jangan merasa kecil di hadapan perwakilan kota-kota besar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan persiapan matang, talenta Lampung Tengah mampu berbicara banyak dan mendominasi di kancah nasional. Jadikan setiap tantangan di sana sebagai pijakan untuk membuktikan bahwa kalian adalah yang terbaik,” tambahnya dengan nada memotivasi.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan dukungan moral dan doa bersama, menandai kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam mengawal langkah para siswi menuju puncak prestasi di Jawa Timur. (rls/Dod)





