KARYA NASIONAL – Ada yang berbeda dari frekuensi Radio Pemerintah Daerah (Rapemda) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) pada Kamis (5/2/26) pagi ini.
Di sela-sela rutinitas warga, suara hangat Kanit Kamsel Satlantas Polres Lampung Tengah, Ipda Andria Saputra, hadir menyapa pendengar untuk mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan di aspal jalanan.
Bukan sekadar sapaan biasa, kehadiran pihak kepolisian di studio radio ini merupakan langkah humanis dalam menyosialisasikan Operasi Keselamatan Krakatau 2025. Mengingat Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang kian mendekat, polisi ingin memastikan setiap warga bisa merayakan hari kemenangan nanti dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun.
“Sosialisasi ini kami gelar agar terwujud keamanan dan kenyamanan bersama. Kami ingin masyarakat Lampung Tengah lebih peduli, terutama menjelang momentum mudik lebaran nanti,” ujar Ipda Andria di sela siarannya.
Dalam perbincangan santai namun sarat informasi tersebut, dipaparkan bahwa operasi ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Petugas menekankan sembilan sasaran prioritas, mulai dari penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, penggunaan helm SNI, hingga pengawasan terhadap angkutan “travel” ilegal.
Kasat Lantas Polres Lampung Tengah, AKP Glend Felix Siagian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., CPHR., CBA., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.H., M.H., menegaskan bahwa memilih jalur udara melalui radio adalah strategi efektif untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
“Kami berharap, melalui operasi yang mengedepankan langkah preventif dan edukatif ini, masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Tujuannya jelas, yakni meminimalisir risiko kecelakaan sehingga perjalanan masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri, tetap aman dan berkesan,” tegas AKP Glend Felix.
Melalui frekuensi Rapemda, pesan ini dikirimkan dengan satu harapan besar, yaitu menumbuhkan kesadaran mandiri warga untuk selalu melengkapi surat kendaraan dan memastikan kondisi kendaraan layak jalan sebelum memulai perjalanan. (rls/Dodi)





