banner 325x300
BUDAYADaerahLampung Tengah

Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Varia Agung Mataram ke-63, Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Pagelaran Wayang Kulit

461
×

Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Varia Agung Mataram ke-63, Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Pagelaran Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Suasana kebersamaan dan semangat kemerdekaan terasa meriah di Kampung Varia Agung Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus HUT Kampung Varia Agung Mataram ke-63, pemerintah kampung bersama masyarakat menggelar berbagai kegiatan hiburan rakyat yang sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat adalah pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan pada Minggu malam, 9 Agustus 2026, bertempat di halaman Balai Kampung Varia Agung Mataram. Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Pagelaran wayang kulit tersebut menghadirkan dalang Ki Bambang Mudo Carito dengan lakon “Sirnaning Angkoro Murko”. Pertunjukan budaya tradisional tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., Camat Seputih Mataram, Fran Daromes Alida, S.E., Camat Terbanggi Besar, jajaran Forkopimcam Seputih Mataram, para kepala kampung se-Kecamatan Seputih Mataram, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Kampung Varia Agung Mataram.

Kehadiran Plt. Bupati Lampung Tengah menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terhadap pelestarian seni dan budaya daerah sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat di tingkat kampung.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Varia Agung Mataram yang terus menjaga tradisi dan budaya sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Saya mengapresiasi masyarakat Kampung Varia Agung Mataram yang dapat menyelenggarakan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus HUT kampung dengan penuh kebersamaan. Kegiatan seperti ini menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat semangat gotong royong masyarakat,” ujar I Komang Koheri.

Ia menambahkan, pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan filosofi yang dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan moral kepada generasi penerus.

Lakon “Sirnaning Angkoro Murko”, menurutnya, dapat dimaknai sebagai pesan penting mengenai perjuangan mengendalikan sifat buruk, keserakahan, amarah, dan berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan bersama.

“Wayang kulit memiliki nilai filosofi yang sangat dalam. Di dalam setiap lakon terdapat pesan tentang kehidupan, bagaimana manusia membedakan kebaikan dan keburukan. Ini sangat relevan untuk terus kita tanamkan kepada generasi muda,” katanya.

Plt. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Tengah untuk menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, budaya gotong royong dan kebersamaan harus terus dipelihara di setiap kampung.

“Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini untuk memperkuat persatuan. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Lampung Tengah yang unggul, adil dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Seputih Mataram, Fran Daromes Alida, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan HUT Kampung Varia Agung Mataram ke-63.

Menurut Fran, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus memperingati HUT Kampung Varia Agung Mataram yang ke-63. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat gotong royong masyarakat,” ujar Fran.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan meriah. Menurutnya, pelestarian budaya lokal seperti pagelaran wayang kulit perlu terus didukung karena merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah kampung, para tokoh, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Wayang kulit bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tuturnya.

Fran berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, tidak hanya dalam rangka memperingati hari besar nasional maupun hari ulang tahun kampung, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, masyarakat Kampung Varia Agung Mataram terlihat antusias mengikuti pagelaran wayang kulit. Sejak malam hari, warga mulai berdatangan ke halaman Balai Kampung untuk menyaksikan pertunjukan yang dibawakan Ki Bambang Mudo Carito.

Pagelaran tersebut sekaligus menjadi ruang hiburan rakyat yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan. Anak-anak, pemuda, orang tua hingga para tokoh masyarakat turut menikmati pertunjukan budaya tersebut.

Peringatan HUT Kampung Varia Agung Mataram ke-63 yang bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan kampung serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang semakin maju.

Dengan semangat kemerdekaan, kebersamaan dan gotong royong, masyarakat Kampung Varia Agung Mataram diharapkan terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan ditutup dengan berlangsungnya pagelaran wayang kulit “Sirnaning Angkoro Murko” yang menjadi hiburan sekaligus tuntunan bagi masyarakat, dengan harapan pesan-pesan moral dan nilai budaya yang disampaikan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus. (R)

2