KARYA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) dibawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati I Komang Koheri, S.E., M.Sos., terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lamteng dengan Samsat.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan PKB di Kabupaten Lampung Tengah.
Mewakili Plt. Bupati Lampung Tengah, Plt. Kepala Bapenda Lamteng, Dr. (Cand.) Muhamad Arnez, S.E., M.Si., menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan pajak kendaraan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, jajaran Samsat, serta masyarakat sebagai wajib pajak.
Menurutnya, peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan akan memberikan kontribusi penting terhadap penguatan kapasitas fiskal daerah.
“Pajak kendaraan merupakan salah satu sumber penerimaan yang memiliki peran penting. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan kesadaran bersama agar kewajiban pajak dapat dipenuhi secara tepat waktu,” ujar Arnez, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, Bapenda Lampung Tengah terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan perpajakan agar masyarakat memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajibannya. Pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan responsif diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak secara tertib.
Di sisi lain, sinergi dengan Samsat juga diarahkan untuk memperkuat upaya penagihan serta pendataan kendaraan bermotor yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Langkah tersebut penting untuk memastikan potensi penerimaan PKB dapat digali secara optimal.
Arnez juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Tengah, khususnya para pemilik kendaraan bermotor, untuk tidak menunda pembayaran pajak.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.
Optimalisasi PKB tidak hanya berkaitan dengan peningkatan angka penerimaan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal pemerintah daerah. Dengan penerimaan yang semakin baik, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat untuk mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, koordinasi antara Bapenda dan Samsat akan terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis, baik dalam aspek pelayanan, sosialisasi, pendataan maupun penagihan pajak kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap kesadaran masyarakat dalam membayar pajak terus meningkat. Kepatuhan wajib pajak dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang optimal dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang semakin solid antara Bapenda dan Samsat, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah optimistis penerimaan dari sektor PKB dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Pajak kendaraan dibayar tepat waktu, penerimaan daerah semakin kuat, pembangunan pun semakin optimal”. (R)












