Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang terarah, terukur dan berkelanjutan.
Bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Tengah, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata dalam memastikan setiap arah pembangunan daerah disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, data yang akurat serta skala prioritas pembangunan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappeda Lampung Tengah, Ir. Rony Witono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa perencanaan pembangunan memiliki posisi strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Perencanaan yang baik menjadi fondasi agar program dan kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kemerdekaan adalah amanah untuk terus merencanakan, mengelola dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perencanaan pembangunan harus dilakukan secara tepat, berbasis data dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Rony Witono, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, Bappeda memiliki peran penting dalam mengoordinasikan proses perencanaan pembangunan daerah, mulai dari penyusunan arah kebijakan, sinkronisasi program antarperangkat daerah, penguatan data dan indikator pembangunan hingga memastikan perencanaan daerah selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
Momentum HUT ke-81 RI, lanjut Rony, juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus terus bergerak maju dengan mengedepankan inovasi, efisiensi, kolaborasi dan keberlanjutan.
“Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi semangat membangun. Kita ingin setiap perencanaan menghasilkan program yang memiliki dampak, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan daya saing daerah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah,” tegasnya.
Bappeda Lampung Tengah juga terus mendorong penguatan kualitas perencanaan melalui pendekatan berbasis data dan kinerja. Dengan perencanaan yang semakin terintegrasi, pembangunan diharapkan tidak berjalan secara parsial, melainkan saling mendukung antara sektor ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan serta pengembangan potensi daerah.
Rony menambahkan, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi antara perangkat daerah, pemerintah kampung, dunia usaha, akademisi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan target pembangunan Lampung Tengah.
“Kita ingin membangun Lampung Tengah dengan perencanaan yang kuat, pelaksanaan yang konsisten dan evaluasi yang terukur. Inilah bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pembangunan yang unggul, adil dan sejahtera,” katanya.
Dalam semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bappeda Lampung Tengah berkomitmen terus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan sebagai instrumen penting dalam mengawal arah kemajuan daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita pembangunan daerah dan visi “Lampung Tengah Unggul, Adil dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81






