Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), I Komang Koheri, S.E., M.Sos., tetap menyempatkan diri membangun kedekatan dengan masyarakat.
Momen sederhana namun penuh makna itu terlihat saat kegiatan Pengukuhan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 dan Pelantikan Dewan Pimpinan Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Lamteng Periode 2026–2030, yang berlangsung di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Sabtu (15/8/2026).
Usai rangkaian kegiatan, salah seorang orang tua anggota Paskibraka menghampiri Plt. Bupati Lampung Tengah dan meminta kesempatan untuk berfoto bersama. Permintaan tersebut langsung disambut dengan ramah oleh I Komang Koheri.
Tanpa memperlihatkan jarak sebagai seorang pejabat, Plt. Bupati meluangkan waktu untuk memenuhi permintaan warga tersebut. Suasana pun berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Bagi orang tua anggota Paskibraka tersebut, kesempatan berfoto bersama Plt. Bupati menjadi pengalaman yang berkesan. Terlebih, menurutnya, I Komang Koheri tidak menunjukkan sikap yang membuat masyarakat merasa sungkan atau berjarak.
“Kami sebenarnya ingin sekali foto bersama Pak Bupati. Alhamdulillah, beliau mau meluangkan waktu. Kami sangat berterima kasih, beliau ramah dan tidak membeda-bedakan masyarakat,” ujar salah seorang orang tua anggota Paskibraka.
Ia mengaku senang karena permintaan sederhana untuk mengabadikan momen bersama orang nomor satu di jajaran Pemkab Lampung Tengah itu diterima dengan baik.
“Kami sebagai orang tua tentu bangga. Anak kami menjadi bagian dari Paskibraka, dan bisa bertemu langsung serta foto bersama Pak Komang. Terima kasih sudah berkenan melayani kami dengan baik. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Kesan serupa juga dirasakan oleh anggota Paskibraka. Bagi mereka, sikap ramah seorang pemimpin memberikan contoh bahwa seorang pejabat daerah tetap harus dekat dengan masyarakat.
“Beliau ramah sekali. Kami tidak merasa ada jarak. Menurut saya, ini contoh yang baik bagi kami sebagai generasi muda, bahwa pemimpin juga harus mau dekat dan menghargai masyarakat,” tutur salah seorang anggota Paskibraka.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditunjukkan melalui pidato maupun kebijakan besar. Terkadang, perhatian kecil seperti bersedia berhenti sejenak, menyapa, tersenyum dan memenuhi permintaan warga justru mampu meninggalkan kesan yang mendalam.
Bagi I Komang Koheri, masyarakat merupakan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Lampung Tengah. Karena itu, ruang untuk menyapa, mendengar maupun memenuhi permintaan sederhana warga selalu diupayakan di sela-sela kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan.
Tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat. Tidak ada pula perlakuan yang membedakan seseorang berdasarkan status maupun kedudukannya. Ketika warga datang dengan niat baik, penghormatan dan keramahan menjadi bagian penting dari komunikasi seorang pemimpin.
Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa jabatan bukan alasan untuk menciptakan jarak dengan rakyat. Justru, semakin tinggi tanggung jawab seorang pemimpin, semakin penting pula menjaga kedekatan dengan masyarakat yang dilayaninya.
“Pemimpin bukan hanya tentang berada di depan untuk dihormati, tetapi juga tentang kesediaan berjalan bersama masyarakat, mendengar dan hadir ketika rakyat membutuhkan,” demikian pesan yang tergambar dari momen sederhana tersebut.
Kebersamaan yang hanya berlangsung beberapa menit itu pun meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga anggota Paskibraka. Sebuah foto sederhana menjadi simbol bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui hal-hal kecil: senyum, sapaan, penghormatan dan kesediaan untuk hadir di tengah masyarakat.
Bagi masyarakat Lampung Tengah, sosok pemimpin yang mau turun menyapa dan berbaur tentu menjadi energi positif. Sebab pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan program pemerintahan, tetapi juga tentang kedekatan, kepedulian dan rasa memiliki antara pemimpin dengan rakyatnya.
Di situlah makna kepemimpinan yang merakyat: tidak berjarak, tidak membeda-bedakan, serta tetap menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap langkah pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah. (R)






