Musibah kebakaran terjadi di sebuah gubuk/gudang padi milik warga di Dusun VII, RT 26/RW 13, Kampung Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Gubuk padi berukuran sekitar 4 x 4 meter milik Yakop (63), warga setempat, dilalap api yang dengan cepat membesar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Berdasarkan keterangan warga, kobaran api pertama kali terlihat pada bagian atap gubuk. Api kemudian dengan cepat membesar sehingga warga sekitar berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi aparat setempat.
Salah seorang saksi, Mardi (55), mengatakan dirinya melihat kobaran api di bagian atap gudang/gubuk padi. Warga kemudian berupaya melakukan pertolongan agar api tidak semakin meluas.
Sementara saksi lainnya, Eko Susanto (60), mengaku mendengar teriakan meminta pertolongan sebelum mengetahui bahwa gudang padi milik korban telah terbakar. Ia bersama warga kemudian ikut membantu proses pemadaman dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kampung.
Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 18.35 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Kota Metro. Proses pemadaman dilakukan bersama warga hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.45 WIB.
Dari hasil informasi awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik pada bagian gudang. Kondisi instalasi listrik yang diduga tidak sesuai dengan beban daya menjadi salah satu dugaan penyebab terjadinya kebakaran.
Gubuk tersebut diketahui digunakan sebagai tempat penyimpanan, termasuk kayu bakar, sehingga api dengan cepat membesar ketika kebakaran terjadi.
Camat Trimurjo, Anwar Sadat, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga Kampung Tempuran. Ia mengapresiasi kesigapan warga dan aparat dalam melakukan penanganan sehingga kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan maupun permukiman di sekitar lokasi.
Anwar Sadat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik di rumah maupun bangunan tempat penyimpanan.
βKami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan rutin memeriksa instalasi listrik, terutama kabel dan sambungan yang sudah lama atau tidak sesuai dengan beban daya. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari kejadian serupa.β ujar Anwar, Minggu (23/8/2026).
Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang secara spontan memberikan pertolongan saat mengetahui adanya kebakaran.
Menurutnya, respons cepat masyarakat bersama aparat kampung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP serta petugas pemadam kebakaran sangat penting dalam menghadapi situasi darurat.
βAlhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin.β tambahnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan anggota Satpol PP turut mendatangi lokasi untuk membantu pengamanan, melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan aparat setempat dan petugas pemadam kebakaran.
Musibah tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menyimpan material mudah terbakar.
Pemerintah Kecamatan Trimurjo mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik dan segera melakukan pemeriksaan apabila ditemukan kabel yang rusak, sambungan tidak standar, atau penggunaan listrik yang melebihi kapasitas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Pemerintah dan aparat setempat berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan serta mengedepankan langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran di kemudian hari. (R)
