PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampungLampung TengahPolitik

Ni Ketut Dewi Nadi Serap Aspirasi Warga Bumiratu Nuban dan Trimurjo, Infrastruktur Jadi Sorotan

Rendra
333
×

Ni Ketut Dewi Nadi Serap Aspirasi Warga Bumiratu Nuban dan Trimurjo, Infrastruktur Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., kembali turun langsung menyapa masyarakat melalui kegiatan Reses Tahap VI Masa Jabatan 2024–2029.

Kegiatan reses yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tersebut berlangsung di Balai Kampung Bulu Sari, Kecamatan Bumiratu Nuban, Jumat (21/8/2026).

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan pembangunan menjadi sorotan masyarakat, terutama menyangkut infrastruktur jalan, drainase, irigasi persawahan, sumur bor hingga kebutuhan rehabilitasi kantor Kecamatan Bumiratu Nuban.

Mewakili masyarakat, Camat Bumiratu Nuban Rikha Anatha, S.IP., M.H., menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk mendapat perhatian pemerintah melalui pokok-pokok pikiran dan aspirasi masyarakat.

Salah satunya adalah usulan pembangunan drainase sepanjang sekitar 1.000 meter di sisi kiri dan kanan Jalan Lintas Sumatera, mulai dari kawasan depan Polsek Bumiratu Nuban.

Menurutnya, pembangunan drainase sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain drainase, masyarakat juga mengusulkan perbaikan jalur persawahan serta pembangunan sumur bor untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

β€œHarapan kami, aspirasi masyarakat ini dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui jalur pembangunan yang ada, terutama kebutuhan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” ujar Rikha.

Tak hanya infrastruktur pertanian, perhatian juga diarahkan terhadap fasilitas pemerintahan. Kantor Kecamatan Bumiratu Nuban yang berdiri sejak 1995 disebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh. Karena itu, rehabilitasi kantor kecamatan juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut.

Sementara itu, mewakili masyarakat Kecamatan Trimurjo, Anwar Sadat turut menyampaikan aspirasi terkait peningkatan infrastruktur jalan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan jalan penghubung dari 29 menuju Sidowaras–Karang Bolong sepanjang kurang lebih 4 kilometer.

Jalan tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui pembangunan konstruksi cor beton sehingga mampu menunjang mobilitas masyarakat, aktivitas pertanian, sekaligus memperlancar akses perekonomian antarwilayah.

Menurut Anwar, pembangunan ruas jalan tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana tahun ini, namun terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

β€œHarapan masyarakat, pembangunan jalan ini tetap dapat diperjuangkan karena akses tersebut sangat penting bagi aktivitas warga,” ungkapnya.

 

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda pertemuan, melainkan bagian dari tanggung jawab anggota DPRD untuk mendengar, mencatat dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.

Ia menyampaikan bahwa persoalan jalan, drainase, pertanian, irigasi, sumur bor, dan fasilitas pelayanan pemerintahan merupakan kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

β€œBagi saya, reses adalah kesempatan untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku,” kata Ni Ketut Dewi Nadi.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari sisi besarnya proyek, tetapi harus diukur dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.

β€œJalan yang baik akan memperlancar aktivitas warga, drainase yang berfungsi akan menjaga lingkungan, sementara pengairan yang baik akan membantu petani meningkatkan produktivitas. Karena itu, aspirasi masyarakat harus dilihat berdasarkan skala prioritas dan manfaatnya,” tegasnya.

Ni Ketut Dewi Nadi juga menyadari bahwa kondisi fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan masyarakat. Namun demikian, ia meminta masyarakat tidak kehilangan harapan.

β€œKita tidak bisa menjanjikan semua usulan langsung terealisasi. Tetapi saya pastikan, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti di sini. Kita kawal melalui proses yang ada dan kita perjuangkan berdasarkan prioritas,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan, kampung dan masyarakat terus diperkuat agar pembangunan di wilayah Dapil 7 Lampung Tengah dapat berjalan lebih merata.

Bagi Ni Ketut Dewi Nadi, turun ke tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban sebagai wakil rakyat, tetapi juga menjadi cara untuk memastikan bahwa suara masyarakat di pelosok tetap terdengar dalam proses pembangunan.

β€œKita bekerja dari rakyat, bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Selain Camat Bumiratu Nuban Rikha Anatha dan Camat Trimurjo, Reses juga turut dihadiri sejumlah kepala kampung dan masyatakat dari wilayah Bumiratu Nuban dan Trimurjo.

Dari Kecamatan Trimurjo, hadir antara lain Kepala Kampung Pujokerto, Simbarwaringin, dan Adipuro. Sementara dari Kecamatan Bumiratu Nuban hadir Kepala Kampung Tulung Kakan, Bulu Sari, Bumi Ratu, dan Wates, bersama unsur pemerintahan kampung serta masyarakat.

Kehadiran para kepala kampung dan unsur pemerintah kecamatan tersebut membuat penyampaian aspirasi menjadi lebih konkret karena berbagai kebutuhan pembangunan dapat disampaikan berdasarkan kondisi langsung di lapangan. (R)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2