PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampungLampung TengahWISATA

Festival Krakatau XXXV 2026 Dibuka, Plt. Bupati Lamteng Dorong Sinergi Antardaerah Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Rendra
483
×

Festival Krakatau XXXV 2026 Dibuka, Plt. Bupati Lamteng Dorong Sinergi Antardaerah Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menghadiri pembukaan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026).

Pembukaan festival pariwisata dan kebudayaan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Forkopimda Provinsi Lampung, sejumlah kepala perangkat daerah, serta para tamu undangan.

Dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Porapar) M. Abdi Hans, Plt. Kepala Kesbangpol Rahmat Danil, S.E., S.T., dan Plt. Kepala Bapenda Dr. (Can) Muhammad Arnez, S.E., M.Si.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., mengatakan Festival Krakatau merupakan momentum penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang dimiliki Provinsi Lampung.

Menurutnya, pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar potensi yang dimiliki setiap daerah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

β€œPariwisata merupakan salah satu kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, potensi wisata dan budaya Lampung harus terus kita promosikan dan kembangkan secara bersama-sama,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menilai Festival Krakatau menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Provinsi Lampung.

Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Setiap kabupaten dan kota memiliki karakter, potensi wisata, kekayaan budaya, serta produk ekonomi kreatif yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

β€œFestival Krakatau menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi antardaerah. Lampung Tengah tentu mendukung upaya bersama dalam mengembangkan pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujar I Komang Koheri.

Plt. Bupati Lamteng mengatakan, kolaborasi antardaerah perlu diperkuat, terutama dalam hal promosi destinasi, pengembangan event, pemberdayaan masyarakat, hingga pemasaran produk UMKM dan ekonomi kreatif. Menurutnya, promosi yang dilakukan secara bersama akan memberikan dampak lebih besar terhadap daya tarik pariwisata Lampung.

β€œKita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Karena itu, yang diperlukan bukan hanya bagaimana masing-masing daerah mempromosikan potensinya sendiri, tetapi bagaimana kita bisa saling menguatkan dan membangun promosi bersama,” katanya.

Komang Koheri menegaskan, Kabupaten Lampung Tengah memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Potensi tersebut mencakup kekayaan budaya, kesenian, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, hingga destinasi wisata yang berbasis pada kekayaan alam dan karakter masyarakat lokal.

β€œLampung Tengah memiliki karakter dan potensi yang sangat beragam. Ini merupakan modal yang harus terus kita kembangkan dan promosikan. Pariwisata harus mampu memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut bergerak dan mendapatkan manfaat secara ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai tersebut menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari aktivitas pariwisata tersebut.

β€œKetika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya mereka menikmati destinasi, tetapi juga berbelanja produk lokal, menikmati kuliner daerah, mengenal budaya masyarakat, dan membawa pengalaman positif ketika kembali ke daerah asalnya,” ungkap Komang Koheri.

Karena itu, ia mendorong agar pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, serta pelaku ekonomi kreatif diberikan ruang yang semakin luas dalam berbagai agenda pariwisata.

Komang Koheri juga menilai berbagai event seperti Festival Krakatau dapat menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha, komunitas, UMKM, serta masyarakat.

β€œEvent seperti Festival Krakatau harus kita manfaatkan sebagai ruang promosi. Bukan hanya promosi destinasi, tetapi juga promosi produk UMKM, kerajinan, kuliner, seni dan budaya yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pariwisata di Lampung semakin banyak melibatkan generasi muda. Menurutnya, kreativitas anak muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan potensi daerah melalui berbagai platform digital dan industri kreatif.

β€œGenerasi muda harus kita libatkan. Mereka memiliki kreativitas dan kemampuan untuk mempromosikan potensi daerah dengan cara yang lebih inovatif. Ini harus menjadi bagian dari pengembangan pariwisata ke depan,” katanya.

Selain destinasi wisata, Komang Koheri menilai kekayaan seni dan budaya merupakan kekuatan penting dalam membangun identitas pariwisata Lampung. Ia menegaskan, pengembangan pariwisata harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal.

β€œBudaya adalah identitas. Karena itu, pengembangan pariwisata harus tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal. Kita ingin budaya tetap hidup, dikenal generasi muda, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan,” tegasnya.

Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Lampung Tengah juga harus terus dikembangkan dan dikemas secara kreatif sehingga memiliki daya tarik lebih luas tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal.

Komang Koheri kembali menekankan pentingnya membangun jejaring pariwisata antardaerah. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota di Lampung dapat saling mendukung dalam memperkenalkan berbagai destinasi dan produk unggulan masing-masing.

β€œKita harus membangun jejaring. Potensi yang ada di Lampung Tengah bisa dipromosikan bersama dengan potensi kabupaten dan kota lainnya. Dengan begitu, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi ketika datang ke Lampung,” tuturnya.

Ia menilai sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui kalender event bersama, promosi destinasi, pertukaran informasi, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas dan pelaku usaha.

β€œKita ingin pariwisata Lampung tumbuh bersama. Jangan sampai hanya satu atau dua daerah yang berkembang, tetapi seluruh kabupaten dan kota bisa mengambil peran sesuai dengan keunggulan masing-masing,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, lanjut Komang Koheri, momentum Festival Krakatau juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus membuka ruang kerja sama dalam mempromosikan potensi unggulan daerah.

“Kami berharap kolaborasi yang terbangun melalui berbagai agenda pariwisata dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah. Kita ingin pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi, promosi, inovasi, dan keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat,” pungkasnya. (R)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2