PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
BUDAYADaerahHeadlineLampungLampung TengahNasional

Nyeruit Bareng di Festival Padang Ratu, Plt. Bupati Komang Koheri dan Sejumlah Tokoh Perkuat Silaturahmi

Rendra
370
×

Nyeruit Bareng di Festival Padang Ratu, Plt. Bupati Komang Koheri dan Sejumlah Tokoh Perkuat Silaturahmi

Sebarkan artikel ini

Suasana penuh keakraban mewarnai Festival Padang Ratu yang digelar di Kampung Haduyang Ratu, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (26/9/2026). Tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, festival tersebut juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan nyeruit bareng.

Momen kebersamaan itu diikuti Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim, Ketua DPC PKB Lampung Tengah dr. Uswatun Hasanah, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Nyeruit bersama semakin semarak dengan kehadiran Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI Ni Komang Ayu Astiti, Kepala Dinas Pariwisata Lampung Toni Ferdiansyah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Lampung Tengah M. Abdi Hans, jajaran perangkat daerah, anggota DPRD Provinsi Lampung dan DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari Fraksi PKB, Camat Padang Ratu, Awet Agung Rifai, S.H., beserta para kepala kampung, tokoh adat, penyimbang, tokoh masyarakat, pelaku seni, karang taruna, pelajar serta masyarakat.

Dengan sajian khas Lampung yang dinikmati secara bersama-sama, nyeruit menjadi ruang sederhana namun bermakna untuk membangun kedekatan antarpemangku kepentingan, tokoh masyarakat dan warga.

Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mengatakan, tradisi nyeruit memiliki nilai kebersamaan yang kuat. Duduk bersama dan menikmati hidangan secara bersama-sama menjadi bagian dari budaya yang dapat mempererat hubungan sekaligus menciptakan suasana kekeluargaan.

β€œNyeruit bukan hanya soal makan bersama. Di dalamnya ada kebersamaan, ada silaturahmi dan ada rasa kekeluargaan. Ketika kita duduk bersama seperti ini, tidak ada jarak antara pemerintah, tokoh masyarakat dan masyarakat,” ujar Komang Koheri.

Menurutnya, Festival Padang Ratu menjadi contoh bahwa kegiatan budaya dapat menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat terus hidup ketika dikemas dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

β€œKita ingin budaya Lampung tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini, ketika masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak dapat berkumpul, berinteraksi dan menikmati kebersamaan,” katanya.

Momen nyeruit bersama juga menjadi kesempatan bagi para pejabat, anggota legislatif, tokoh masyarakat dan warga untuk berbincang dalam suasana yang lebih santai. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat komunikasi dan sinergi.

Camat Padang Ratu Awet Agung Rifai mengatakan, nyeruit bersama menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang ingin terus dibangun melalui Festival Padang Ratu.

β€œKami ingin festival ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang berkumpul dan bersilaturahmi. Dengan nyeruit bersama, masyarakat bisa duduk satu meja, saling berbincang dan mempererat rasa kekeluargaan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam festival menunjukkan tingginya dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. Pemerintah kecamatan bersama masyarakat akan terus mendorong agar kegiatan budaya dapat menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

β€œIni kebanggaan kita bersama. Ketika pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda dan warga dapat berkumpul dalam suasana seperti ini, tentu akan semakin memperkuat kebersamaan di Padang Ratu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim, Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI Ni Komang Ayu Astiti, Ketua DPC PKB Lampung Tengah dr. Uswatun Hasanah, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Lampung dan DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari Fraksi PKB turut hadir dalam suasana kebersamaan tersebut.

Kehadiran Kepala Dinas Pariwisata Lampung Toni Ferdiansyah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Lampung Tengah M. Abdi Hans, jajaran perangkat daerah, Camat Padang Ratu beserta para kepala kampung, tokoh adat, penyimbang, pelaku seni, karang taruna, pelajar dan masyarakat semakin memperlihatkan bahwa Festival Padang Ratu menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi.

Festival Padang Ratu yang mengusung tema β€œMenelusur Jejak Budaya Kampung Tua Kham Lappung” pun tidak sekadar menghadirkan pawai dan perlombaan. Lebih dari itu, festival menjadi ruang berkumpulnya masyarakat, pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, pemuda dan berbagai pihak untuk merawat budaya sekaligus membangun kebersamaan.

Bagi masyarakat Lampung, nyeruit bukan sekadar aktivitas menyantap makanan bersama. Tradisi tersebut menjadi bagian dari budaya yang mengandung semangat berbagi, duduk bersama, berbincang dan mempererat tali persaudaraan.

Dari satu hidangan yang dinikmati bersama, terbangun suasana keakraban yang mencairkan sekat. Pemerintah, legislatif, tokoh masyarakat dan warga dapat duduk dalam satu ruang yang sama, saling menyapa dan memperkuat silaturahmi.

Kemeriahan Festival Padang Ratu akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan tentang pawai budaya dan berbagai perlombaan, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa budaya dapat menjadi perekat kebersamaan.

Melalui tradisi nyeruit yang terus dipelihara, masyarakat Lampung Tengah menunjukkan bahwa warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, melainkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus sarana memperkuat persaudaraan di tengah perkembangan zaman. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2