PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahLampungPolitik

Ni Ketut Dewi Nadi: Perempuan Di Panggung Politik Bukan Sekadar Pelengkap Kuota

Rendra
464
×

Ni Ketut Dewi Nadi: Perempuan Di Panggung Politik Bukan Sekadar Pelengkap Kuota

Sebarkan artikel ini

Keterlibatan perempuan dalam dunia politik dinilai tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kuota keterwakilan, tetapi juga menyangkut keberanian untuk mengambil peran dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., dalam momentum kegiatan di lingkungan DPRD Lampung.

Menurutnya, perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan. Karena itu, keterwakilan perempuan di lembaga politik harus diiringi dengan kemampuan, keberanian, serta komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

β€œPerempuan di politik bukan sekadar pelengkap kuota, melainkan tentang keberanian membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Kamis (1/10/2026).

Ia menegaskan, kehadiran perempuan dalam politik dapat menjadi bagian penting dalam menyuarakan berbagai persoalan masyarakat, termasuk kebutuhan perempuan, anak, keluarga, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.

Bagi Ni Ketut Dewi Nadi, politik bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi mengenai bagaimana setiap wakil rakyat mampu menjalankan amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

β€œYang terpenting adalah bagaimana keterlibatan perempuan dapat memberikan kontribusi nyata. Perempuan harus berani menyampaikan aspirasi, ikut mengambil keputusan, dan hadir dalam perjuangan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Ni Ketut Dewi Nadi juga mendorong agar semakin banyak perempuan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik dan politik. Menurutnya, keterlibatan tersebut perlu dibangun melalui peningkatan kapasitas, pendidikan politik, serta keberanian untuk mengambil tanggung jawab.

Dengan demikian, lanjutnya, keterwakilan perempuan di parlemen diharapkan tidak berhenti pada angka persentase, tetapi benar-benar mampu memperkuat kualitas demokrasi dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

β€œPerempuan bukan sekadar hadir untuk memenuhi keterwakilan, tetapi hadir untuk bekerja, menyuarakan aspirasi, dan membawa perubahan,” tegas Ni Ketut Dewi Nadi. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2