Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyatakan kesiapan mendorong percepatan hilirisasi komoditas unggulan guna memperkuat ekonomi berbasis desa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi potensi desa. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengembangkan komoditas unggulan menjadi produk bernilai tambah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha lokal.
βKita ingin potensi yang dimiliki setiap kampung dapat dikembangkan secara maksimal. Hasil pertanian masyarakat harus memiliki nilai tambah, sehingga manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan saat panen, tetapi juga melalui proses pengolahan, pemasaran, dan pengembangan usaha,β ujar I Komang Koheri.

Pernyataan tersebut disampaikan Plt. Bupati Lamteng usai menghadiri kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Lampung Semester II 2026, Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR), serta pemaparan Kinerja Sektor Jasa Keuangan Provinsi Lampung Semester II 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa (13/10/2026).
Menurut Komang Koheri, pengembangan ekonomi berbasis desa harus dilakukan secara terencana dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat sektor pertanian, serta meningkatkan keterlibatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai ekonomi daerah.
Ia menilai, peningkatan produksi pertanian perlu diikuti dengan pengolahan hasil, perbaikan kualitas produk, penguatan kelembagaan usaha, dan perluasan akses pemasaran. Dengan demikian, komoditas unggulan Lampung Tengah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

βKita perlu mendorong agar hasil produksi masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan pengolahan yang tepat, produk lokal berpeluang memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja baru,β katanya.
Ia menambahkan, percepatan hilirisasi membutuhkan dukungan sarana pascapanen, fasilitas pengeringan, teknologi pengolahan, akses pembiayaan, serta pendampingan bagi petani dan pelaku usaha. Penyediaan berbagai fasilitas tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik komoditas dan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Lampung Tengah.
Selain dukungan infrastruktur, penguatan koperasi dan UMKM dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui kelembagaan usaha yang kuat, masyarakat desa diharapkan dapat mengambil peran lebih besar, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil komoditas unggulan.

βPenguatan koperasi dan UMKM juga penting agar masyarakat desa tidak hanya menjadi produsen, tetapi dapat terlibat dalam pengolahan dan pemasaran. Karena itu, sinergi antara pemerintah, kelompok tani, koperasi, dan dunia usaha perlu terus diperkuat,β paparnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan yang sama menekankan pentingnya menjadikan desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan daerah perlu memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat perdesaan untuk menjadi pelaku utama dalam menggerakkan perekonomian.
βKita harus fokus ke desa. Desanya naik kelas. Saya yakin kalau ini dilakukan secara terorganisir, secara gotong royong, ini akan menjadi basis utama kita,β tegas Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur juga menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Lampung, seperti kelapa sawit, karet, kopi, tebu, dan kakao, yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui hilirisasi. Dalam pemaparannya, sekitar 55 persen potensi komoditas unggulan Lampung disebut belum terhilirisasi secara optimal.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi pengembangan industri pengolahan di daerah. Melalui proses hilirisasi, komoditas yang selama ini dipasarkan sebagai bahan mentah dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memiliki peluang untuk memperkuat sektor pertanian dan ekonomi berbasis kampung melalui pemetaan komoditas unggulan, peningkatan produktivitas, pengembangan industri pengolahan, serta penguatan koperasi dan UMKM.

βKita ingin pembangunan ekonomi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan kualitas produksi, dan memperluas akses pasar, kita berharap usaha masyarakat semakin berkembang dan pendapatan keluarga ikut meningkat,β pungkas Komang Koheri.
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, lembaga keuangan, pelaku usaha, kelompok tani, koperasi, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan hilirisasi yang berkelanjutan. Perencanaan yang terukur dan sesuai kebutuhan lapangan juga diperlukan agar program pengembangan ekonomi desa dapat berjalan efektif.
Melalui optimalisasi potensi lokal dan pengembangan industri pengolahan berbasis desa, Kabupaten Lampung Tengah diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi kerakyatan demi mewujudkan Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045.
(Rendra)
