PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
BUDAYADaerahHeadlineLampung TengahNasionalPendidikan

Dekranasda Lampung Tengah Angkat Batik dan Tapis Lewat Ajang Kreativitas Seni Budaya Dalam PKD Tahun 2026

Rendra
564
×

Dekranasda Lampung Tengah Angkat Batik dan Tapis Lewat Ajang Kreativitas Seni Budaya Dalam PKD Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terus mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif daerah di Bumi Beguai Jejamo Wawai.

Upaya tersebut diwujudkan melalui empat kegiatan seni dan budaya dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Selasa (27/10/2026).

Empat kegiatan tersebut meliputi Sanak Membatik, Melukis Bersama Maestro, Fashion Show Batik Lampung Tengah, dan Fashion Show Tapis Carnival. Rangkaian kegiatan ini menghadirkan ruang kreativitas bagi anak-anak, generasi muda, seniman, serta pelaku seni dan kerajinan untuk mengenal, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, S.T., M.Sos., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan seni budaya Lampung Tengah agar tetap hidup serta relevan di tengah perkembangan zaman.

β€œBudaya daerah merupakan identitas dan kebanggaan kita bersama. Karena itu, pelestariannya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda, seniman, perajin, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ni Ketut Dewi Nadi, kegiatan Sanak Membatik menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada proses membatik, mulai dari mengenal pola dan perpaduan warna hingga menuangkan ide kreatif menjadi karya seni.

β€œAnak-anak adalah generasi penerus yang akan menjaga warisan budaya kita. Dengan memberikan ruang belajar dan berkreasi sejak dini, kita berharap mereka tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” katanya.

Selain itu, kegiatan Melukis Bersama Maestro memberikan kesempatan kepada anak-anak dan generasi muda untuk belajar langsung dari para seniman lukis senior Lampung. Peserta dapat mengenal teknik melukis, mengembangkan imajinasi, serta menggali inspirasi dari pengalaman para maestro dalam menghasilkan karya seni yang bermakna.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., mengatakan Pekan Kebudayaan Daerah 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Lampung kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur.

β€œMelalui kegiatan Sanak Membatik, Melukis Bersama Maestro, Fashion Show Batik Lampung Tengah, dan Fashion Show Tapis Carnival, kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerah, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan proses kreatif yang terkandung di dalamnya. Kebudayaan harus diwariskan melalui pendidikan, praktik, dan keterlibatan langsung masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nur Rohman, pelestarian budaya daerah perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan sekolah, seniman, perajin, komunitas budaya, serta keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mempelajari dan mengembangkan tradisi lokal tanpa kehilangan identitas budaya Lampung.

β€œPendidikan dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang erat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, mendorong kreativitas anak-anak, serta melahirkan generasi yang mampu menjaga dan mengembangkan warisan budaya Lampung Tengah agar tetap lestari dan dikenal lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Fashion Show Batik Lampung Tengah menjadi ajang untuk memperkenalkan batik lokal melalui desain busana yang kreatif dan modern tanpa meninggalkan identitas budaya daerah. Peragaan busana tersebut sekaligus menunjukkan bahwa batik memiliki potensi untuk berkembang sebagai produk budaya sekaligus komoditas ekonomi kreatif.

β€œBatik harus terus dikembangkan agar semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Kita ingin produk lokal tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga memiliki daya saing dan mampu membuka peluang usaha bagi para perajin serta pelaku UMKM,” tegas Ni Ketut Dewi Nadi.

Adapun Fashion Show Tapis Carnival menampilkan keindahan kain tapis sebagai salah satu warisan budaya khas Lampung. Keunikan motif, ragam hias, serta proses pengerjaannya mencerminkan keterampilan dan ketekunan para perajin yang perlu terus dihargai, dilestarikan, dan dikembangkan melalui inovasi kreatif.

Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan bahwa pelestarian batik dan tapis perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para perajin. Oleh karena itu, Dekranasda Lampung Tengah mendorong perluasan promosi produk kerajinan melalui pameran, peragaan busana, dan berbagai kegiatan kreatif yang dapat mempertemukan perajin dengan pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Lampung Tengah Dina Tyagita Vidya, S.H., M.H., Wakil Ketua Dekranasda Lampung Tengah Indria Sudrajat, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung Tengah Pori Karlia Sulpakar, jajaran pengurus Dekranasda, para seniman lukis senior Lampung, serta undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan seni, budaya, pendidikan, dan industri kerajinan daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, Disdikbud, seniman, dan perajin diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mengembangkan potensi budaya Lampung Tengah.

Ni Ketut Dewi Nadi berharap PKD Lampung Tengah Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kekayaan budaya daerah sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

β€œMari kita bersama-sama melestarikan budaya Lampung, memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, serta mendorong batik dan tapis agar semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkannya menjadi kekuatan ekonomi kreatif Lampung Tengah,” pungkasnya. (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2