PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
BUDAYADaerahHeadlineLampung TengahWISATA

Kembangkan Hutan Kota, Komang Koheri Siapkan Ikon Ruang Terbuka Hijau Lamteng

Rendra
556
×

Kembangkan Hutan Kota, Komang Koheri Siapkan Ikon Ruang Terbuka Hijau Lamteng

Sebarkan artikel ini

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyiapkan pengembangan Hutan Kota seluas 2,8 hektare di Kompleks Perkantoran Gunung Sugih menjadi ruang terbuka hijau yang asri, sejuk, dan representatif.

Kawasan ini direncanakan dikembangkan pada 2027 sebagai bumi perkemahan yang mengangkat budaya sembilan kebuaiyan Lampung, sekaligus menjadi ikon baru daerah dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Plt. Bupati I Komang Koheri didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Lampung Tengah, Dr. Drs. Sulpakar, M.M., serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Lamteng, Irfan Toga Setiawan, S.E., M.M. Peninjauan dilakukan untuk melihat potensi kawasan sekaligus mendorong penataan lingkungan perkantoran agar semakin hijau dan nyaman.

Komang Koheri mengatakan, Hutan Kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan budaya. Karena itu, penataannya perlu dilakukan secara terencana agar kawasan tersebut tidak hanya memperindah lingkungan pemerintahan, tetapi juga menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.

β€œKita ingin Hutan Kota ini menjadi kawasan yang tertata rapi, asri, dan sejuk. Selain memperindah lingkungan perkantoran, tempat ini nantinya diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk bersinggah, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati suasana hijau,” ujar I Komang Koheri, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut direncanakan berlanjut pada 2027 dengan konsep bumi perkemahan yang dipadukan dengan pelestarian budaya Lampung. Salah satu gagasan yang disiapkan ialah menghadirkan representasi sembilan kebuaiyan Lampung sebagai sarana memperkenalkan kekayaan adat dan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

β€œKita ingin kawasan ini tidak hanya hijau dan indah, tetapi juga memiliki nilai budaya. Rencana pengembangan bumi perkemahan dan representasi sembilan kebuaiyan Lampung diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya daerah,” katanya.

Menurut Komang Koheri, pengembangan Hutan Kota juga perlu didukung pembenahan infrastruktur, terutama akses jalan dari kawasan Tugu Gajah menuju Hutan Kota. Perbaikan jalan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengunjungi kawasan sekaligus mendukung penataan lingkungan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan yang representatif harus memperhatikan berbagai aspek, mulai dari penataan ruang, penghijauan, aksesibilitas, hingga ketersediaan fasilitas pendukung. Dengan perencanaan yang baik, Hutan Kota diharapkan dapat menjadi ruang publik yang nyaman, tertata, dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala DPKPCK Lampung Tengah, Irfan Toga Setiawan, menyampaikan bahwa penataan kawasan perlu memperhatikan kerapian, kenyamanan pengunjung, fungsi ruang terbuka hijau, serta kelestarian lingkungan. Pengembangan yang terarah diperlukan agar kawasan tersebut memiliki fungsi yang jelas dan memberikan manfaat jangka panjang.

β€œPenataan Hutan Kota ini perlu dilakukan secara terencana, mulai dari pembenahan kawasan, penghijauan, akses jalan, hingga penyiapan fasilitas pendukung. Harapannya, kawasan ini menjadi lebih rapi, bersih, sejuk, dan nyaman sehingga masyarakat tertarik untuk datang dan memanfaatkannya sebagai ruang bersantai bersama keluarga,” ujar Irfan Toga.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Keberadaan pepohonan dan ruang hijau perlu dipertahankan agar kawasan tetap teduh, sementara kebersihan, kerapian, dan perawatan fasilitas menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung.

Pengembangan Hutan Kota juga diharapkan mampu menghadirkan ruang interaksi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan dan pengenalan budaya Lampung. Dengan konsep yang terencana, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bersantai, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati suasana alam tanpa harus meninggalkan pusat Kabupaten Lampung Tengah.

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap penataan Hutan Kota seluas 2,8 hektare tersebut dapat berjalan seiring dengan pembenahan akses jalan dan peningkatan kualitas lingkungan perkantoran. Upaya ini menjadi bagian dari pembangunan kawasan Gunung Sugih yang lebih tertata, hijau, dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui pengembangan tersebut, Hutan Kota Gunung Sugih diharapkan tumbuh menjadi salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Lampung Tengah yang memadukan fungsi lingkungan, ruang publik, dan pelestarian budaya. Hal ini sejalan dengan semangat β€œLampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045.” (Rendra)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2