




KARYANASIONAL – Miris! Kondisi itu yang tergambar dari gedung SDN 3 Depokrejo yang ada di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Betapa tidak. Usai dihempas angin kencang pada awal Januari 2022 lalu, hingga kini belum ada bentuk kepedulian dari pihak terkait mengenai nasib gedung sekolah yang dibangun pada tahun 1979 itu.
Kepala SDN 3 Depokrejo, Solikin menyampaikan, salah satu gedung SD Negeri setempat yang atapnya berjatuhan akibat hempasan angin kencang pada awal tahun 2022 lalu, hingga saat ini tidak dapat dipergunakan untuk proses belajar mengajar.
”Kami sudah mengajukan bantuan ke Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah, sudah juga kirim proposal ke Dinas Pendidikan Lampung Tengah, namun hingga hari ini pun belum ada kabar kapan gedung tersebut akan diperbaiki,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, siswa-siswi di SDN 3 Depokrejo pasca-kejadian bencana alam yang menghempas atap sekolahnya menjadi terkatung-katung. Sementara di sekolah itu, selama ini hanya memiliki 45 siswa yang berasal dari satu dusun di kampung setempat.

“Rincian siswa di sekolah ini adalah 22 siswa dan 23 siswi. Sementara tenaga pendidik yang berstatus ASN ada 5 orang, dibantu oleh tenaga honorer 4 orang. Dan sejak pertama kali dibangun pada 1979, gedung sekolah kami belum pernah tersentuh pembangunan, termasuk rehab,” imbuhnya.
Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Lampung Tengah Toni Sastra Jaya, S.H, M.H, merespon keras terkait lambatnya pihak terkait merespon laporan dari masyarakat dan warga sekolah setempat.

”Kerusakan pada salah satu gedung di SDN 3 Depokrejo sudah kami sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya. Bahkan pernah kami panggil ke DPRD Lampung Tengah, dan mereka sampaikan akan segera memperbaikinya. Tapi ternyata hingga saat ini belum ada langkah konkret perbaikan sarana pendidikan itu. Padahal, pemerintah negara ini sangat concern dalam pembangunan kualitas sumberdaya manusia, yang tentunya dimulai dari baiknya fasilitas pendidikan,” tegas Toni Sastra.
Dilanjutkannya, kondisi tersebut seharusnya direspon cepat oleh pemerintah daerah, dengan merealisasikan rehabilitasi gedung atau fokus dengan pembangunan ruang kegiatan belajar yang baru.

“Saya ingat betul salah satu visi dan misi Bapak Bupati Lampung Tengah adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di kabupaten kita tercinta ini. Semua pihak terkait harusnya mendukung program kerja tersebut. Namun demikian apabila yang terjadi adalah hal sebaliknya, maka kita hanya mimpi bisa mendapatkan kualitas sumberdaya manusia yang mumpuni, jika sarana belajar mengajar saja kondisinya sangat memprihatinkan. Kasihan masyarakat sekolah, kasihan para siswa-siswi yang memiliki cita-cita tinggi. Harus terhalang oleh fasilitas pendidikan yang hari ini langsung beratapkan langit,” ungkapnya. (Tim)







