

KARYANASIONAL, (METRO) – Wakil Ketua 1 DPRD Kota Metro Lampung, turut bersuara terkait isu wacana perpanjangan jabatan presiden menjadi 3 periode.
Basuki menegaskan, isu tersebut tidak benar, karena tidak sesuai dengan konstitusi. Oleh kerena itu pihaknya menghimbau agar masyarakat Kota Metro khususnya untuk tidak terprovokasi akan hal tersebut.
βItu bertentangan dengan konstitusi yaitu pasal 7 dan pasal 22E ayat 1 UUD 1945,βujar Basuki, Fraksi PDI Perjuangan Kota Metro saat dikonfirmasi awak media pada Selasa sore (12/04/2022).
Menurutnya, pada pasal 7 Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.
βPresiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,β jelasnya.
Pada Pasal 22E ayat 1 tentang pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima tahun sekali.
βSebagai warga negara yang baik, ya kita harus mentaati aturan yang ada, sesuai UU yang berlakuβ kata dia.
Dia menambahkan, isu tersebut sama saja menunda pemilu. Apalagi tahapan-tahapan pemilu sudah dimulai tahun ini dan penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu terpilih telah dilantik hari ini pada 12 April 2022.
βOleh karena itu, saya mengajak seluruh warga masyarakat terutama warga kota Metro tidak terprovokasi dengan wacana yang bergulir yang akan mengganggu stabilitas perekonomian dan lainnyaβ kata dia.
Kembali disampaikan oleh wakil ketua 1 DPRD Kota Metro ini bahwa presiden Joko Widodo pun telah berkali kali menyatakan ketidak setujuannya akan wacana 3 periode dan penambahan masa jabatan presiden.
βSeperti kita ketahui melalui media, presiden Joko Widodo pun telah berkali kali menyatakan ketidak setujuannya akan wacana 3 periode dan penambahan masa jabatan presiden. Ya, kita sebagai masyarakat untuk dapat mencerna dengan baik apa yang sudah di ungkapkan oleh beliau (Presiden Jokowi),”lanjutnya.
Lebih lanjut Wakil ketua DPC PDIP Kota Metro itu mengatakan, sebagai warga negara yang baik harus tetap patuh pada konstitusi.
βSikap kami satu tarikan napas dengan pemerintah pusat yaitu merujuk UUD 1945 pasal 7 dan 22E tadi, sesuai konstitusi serta hukum yang berlaku,β pungkasnya.
Pewarta: Wahyu
