Lain-Lain

Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal, Kadiskes Pesibar Supervisi Daerah Terpencil

krynsi
86
×

Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal, Kadiskes Pesibar Supervisi Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini

2625bcf7-8d42-479e-afed-8430fc71c1d9

a723df9d-3493-4e3a-94d3-cdfd702e08e8

cc423bc3-5bcf-42b1-99fc-02d1ccbb2c94

KARYANASIONAL, Pesisir Barat – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pesisir Barat (Pesibar) Tedi Zadmiko, S.K.M, S.H, M.M, didampingi Kepala Puskesmas Bangkunat Belimbing Septono melakukan supervisi kedaerah terpencil yang ada di faskes Puskesmas pembantu Bandar Dalam, Way Haru, Jum’at (23/.6/2023).

Supervisi itu guna memberikan pelayanan terbaik dibidang kesehatan kepada masyarakat adalah salah satu misi yang diemban oleh Dinkes Pesibar demi tercapainya jaminan kesehatan yang berkualitas hingga ke daerah yang terpencil dan terisolir.

Demi mensukseskan misi tersebut, Dinkes Pesibar melakukan langkah-langkah untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Pesibar, terutama di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) yang perlu mendapat perhatian khusus akibat situasi dan kondisi geografis yang sulit terjangkau, terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan, serta ketersediaan dan kualitas SDM kesehatan yang rendah. Salah satunya adalah dengan melakukan supervisi.

Kadiskes Pesibar menjelaskan, dibutuhkan ketahanan fisik dan mental untuk mencapai lokasi Pustu Bandar Dalam Way Haru, dimana perjalanan menuju Pustu tersebut membutuhkan waktu 4-5 jam berjalan kaki melintasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), melintas sungai-sungai kecil yang menembus kawasan hutan. Sedangkan membutuhkan waktu 2-3 jam menggunakan motor trail menyusuri bibir pantai dan mendaki perbukitan terjal tanah merah.

“Walaupun perjalanan yang ditempuh cukup berat, namun tidak menyurutkan semangat Kadiskes dan rombongan dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Dalam supervisi ini, Kadiskes melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek pelayanan kesehatan. Dan memeriksa ketersediaan fasilitas medis, kecepatan pelayanan, serta kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat yang ada di Pekon Bandar Dalam.

Selama kunjungan supervisi, Tedi Zadmiko juga berkesempatan berdialog dengan para Peratin, Tenaga Kesehatan (Nakes), dan masyarakat untuk mendengar langsung pengalaman mereka dalam menggunakan fasilitas kesehatan di Pustu tersebut.

“Hal ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan tanggapan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan di masa depan,” pungkasnya. (Rikki)