banner 325x300
DaerahLampung

Bunda Literasi Lamteng Dorong Budaya Membaca pada Festival Literasi Lampung

522
×

Bunda Literasi Lamteng Dorong Budaya Membaca pada Festival Literasi Lampung

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) sekaligus Bunda Literasi, Ny. Ni Ketut Dewi Nadi Koheri, S.T., M.Sos., menghadiri puncak Festival Literasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pameran Inklusi Sosial, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi masyarakat tersebut diikuti oleh berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Hadir mendampingi Bunda Literasi Lampung Tengah, Tim Literasi Daerah serta jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Tengah.

Festival Literasi 2026 menjadi wadah bagi pemerintah daerah, pegiat literasi, perpustakaan, pelaku UMKM, serta komunitas masyarakat untuk menampilkan berbagai inovasi dan hasil karya yang lahir dari penguatan budaya membaca, menulis, dan belajar sepanjang hayat. Beragam stan pameran menampilkan produk unggulan daerah, hasil kreativitas masyarakat, hingga layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ni Ketut Dewi Nadi Koheri meninjau sejumlah stan pameran, berdialog dengan para pelaku UMKM, pegiat literasi, serta pengelola perpustakaan. Ia juga memberikan apresiasi atas semangat para peserta yang terus menghadirkan inovasi dalam mengembangkan literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Plt. Ketua TP PKK Lampung Tengah juga mengatakan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bekal utama dalam membentuk karakter, meningkatkan wawasan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Literasi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Melalui budaya gemar membaca serta penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial, kita berharap masyarakat mampu memperoleh pengetahuan yang kemudian diwujudkan menjadi keterampilan dan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi, Selasa (28/7/2026).

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah, untuk terus membangun budaya literasi sejak usia dini.

“Gerakan literasi harus menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak, sehingga kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh generasi yang memiliki karakter kuat, cinta ilmu pengetahuan, serta mampu menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat, ruang kreativitas, pusat informasi, hingga sarana pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program inklusi sosial. Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 juga menjadi ajang mempererat sinergi antar daerah dalam mengembangkan berbagai program literasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah,” pungkasnya.

Partisipasi Kabupaten Lampung Tengah dalam Festival Literasi Tahun 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama TP-PKK dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan nonformal, peningkatan budaya baca, serta penguatan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat menuju masyarakat yang cerdas, mandiri, dan sejahtera. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2