Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia diwujudkan melalui kegiatan literasi yang dikemas meriah, edukatif, dan penuh keceriaan di Taman Baca Mas Ramongga, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan bertajuk Semarak Kemerdekaan tersebut menjadi ajang kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lampung Tengah, Kampung Dongeng Lampung Tengah, Relawan Gesit Lampung, serta Sobat Bermain.
Beragam aktivitas digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari literasi, mendongeng, edukasi, hingga permainan yang melibatkan anak-anak. Suasana semakin semarak dengan antusiasme peserta yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Koheri, S.T., M.Sos., Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Lampung Tengah Bambang Setiawan, S.STP., M.Si., Ketua DWP Dinas Perpustakaan dan Arsip sekaligus Ketua Harian Pokja Literasi Lamteng, Prima Astuti, Founder Kampung Dongeng Lampung Tengah, Partila Umar, S.Pd., M.Pd., Bunda Literasi Kecamatan Terbanggi Besar, serta sejumlah undangan lainnya.
Plt. Bunda Literasi Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Koheri, mengatakan bahwa penguatan budaya literasi di kalangan anak-anak membutuhkan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun rasa ingin tahu, daya imajinasi, kreativitas, serta karakter anak sejak dini.

βLiterasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana kita menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, imajinasi, dan karakter anak. Karena itu, kegiatan literasi harus dikemas dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan tumbuh kecintaannya terhadap dunia membaca,β ujar Ni Ketut Dewi Nadi.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah bersama komunitas, relawan, pegiat literasi, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.
βSemangat kemerdekaan harus kita wariskan kepada generasi muda melalui kegiatan-kegiatan positif. Anak-anak adalah generasi penerus Lampung Tengah. Mari kita berikan ruang bagi mereka untuk belajar, bermain, berkreasi, dan berani bermimpi,β katanya.
Ni Ketut Dewi Nadi juga menilai keberadaan taman baca dan komunitas literasi memiliki peran strategis dalam memperluas ruang belajar nonformal bagi anak-anak.
βKetika pemerintah, komunitas, relawan dan masyarakat bergerak bersama, maka gerakan literasi akan semakin kuat. Kita ingin anak-anak Lampung Tengah tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta memiliki semangat untuk membangun daerahnya,β ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah Lampung Tengah.
βMari kita jadikan literasi sebagai gerakan bersama. Dari taman baca, dari dongeng, dari permainan edukatif, kita tanamkan nilai-nilai kebaikan dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Inilah investasi kita untuk menyiapkan generasi Lampung Tengah yang unggul di masa depan,β tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lampung Tengah Bambang Setiawan, S.STP., M.Si., mengatakan kegiatan Semarak Kemerdekaan menjadi salah satu bentuk nyata upaya pemerintah daerah mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Menurut Bambang, gerakan literasi tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan perpustakaan formal. Ruang-ruang baca yang tumbuh di tengah masyarakat juga harus diperkuat agar menjadi tempat yang menarik bagi anak untuk belajar dan mengembangkan kreativitas.
βKami ingin perpustakaan dan gerakan literasi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Taman baca seperti Mas Ramongga ini memiliki peran penting karena menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk membaca, belajar, bermain, dan mengembangkan kreativitas dalam suasana yang menyenangkan,β ujar Bambang.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan komunitas seperti Kampung Dongeng, relawan, serta berbagai unsur masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat budaya literasi di Lampung Tengah.
βLiterasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas dan masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak untuk gemar membaca sekaligus memiliki karakter yang baik,β katanya.
Bambang berharap kegiatan literasi yang dikemas kreatif dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
βKami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan saja, tetapi dapat terus berlanjut. Semakin banyak ruang literasi yang aktif, semakin banyak pula kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang positif,β ungkapnya.
Founder Kampung Dongeng Lampung Tengah, Partila Umar, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan mendongeng merupakan salah satu metode efektif untuk membangun kedekatan dengan anak sekaligus menyampaikan pesan pendidikan dan pembentukan karakter.
Menurut Partila, dunia anak tidak dapat dilepaskan dari bermain dan berimajinasi. Karena itu, nilai-nilai seperti persahabatan, keberanian, kepedulian, cinta tanah air, dan kebaikan dapat disampaikan melalui cerita yang menarik.

βMelalui dongeng, kita bisa masuk ke dunia anak. Mereka tidak merasa sedang digurui, tetapi mendapatkan pesan dan nilai-nilai kehidupan melalui cerita yang menyenangkan,β ujar Partila.
Ia menilai kegiatan Semarak Kemerdekaan di Taman Baca Mas Ramongga menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan anak dan budaya literasi.
βKami ingin Kampung Dongeng tidak hanya menjadi tempat anak mendengarkan cerita, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk berani tampil, berimajinasi, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar gerakan literasi semakin hidup di tengah masyarakat,β tuturnya.
Partila juga mengajak para orang tua untuk ikut mengambil peran dalam membangun kebiasaan membaca dan aktivitas positif anak di lingkungan keluarga.
βAnak-anak membutuhkan ruang yang aman, menyenangkan, dan positif. Mari kita hadir bersama mereka, mendampingi mereka membaca, bercerita, dan bermain. Dari hal sederhana seperti inilah kita bisa menyiapkan generasi yang lebih percaya diri dan berkarakter,β tambahnya.
Kegiatan Semarak Kemerdekaan berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas bersama para pegiat literasi dan komunitas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, komunitas literasi, relawan, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang belajar yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan budaya membaca, kreativitas, keberanian, dan kecintaan anak terhadap kegiatan literasi terus tumbuh. Semangat kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi Lampung Tengah yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menjadi generasi penerus bangsa. (R)
