PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampung Tengah

Pemkab Lamteng Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Plt. Bupati Komang Koheri Dorong Proses Transparan dan Profesional

Rendra
354
×

Pemkab Lamteng Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Plt. Bupati Komang Koheri Dorong Proses Transparan dan Profesional

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang transparan, efektif, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan E-Purchasing Katalog Elektronik Versi 6 Tahun 2026, yang digelar di Aula Siger Mas Lantai IV Kantor Bupati Lampung Tengah, Senin (31/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam mendorong peningkatan kualitas aparatur serta memastikan proses pengadaan barang dan jasa berjalan tertib, transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bimtek dibuka langsung oleh Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lampung Tengah, Drs. Thoheran, M.Si. Turut hadir sebagai narasumber dari LKPP RI Bidang Pengadaan Barang/Jasa, Agus Arif Rakhman, M.M., CSP., serta para pejabat pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Lampung Tengah, Wendy Mahardika, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada para pelaksana pengadaan, terutama mengenai pemanfaatan aplikasi SPSE, mekanisme negosiasi, serta mini kompetisi dalam proses pengadaan barang dan jasa melalui e-purchasing.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan sistem pengadaan dapat diterapkan secara optimal. Dengan pemahaman teknis yang baik, pelaksanaan pengadaan diharapkan semakin tertib dan mampu memberikan hasil yang efektif bagi kebutuhan pemerintah daerah.

Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antar-OPD. Langkah ini penting agar pelaksanaan pengadaan tidak hanya cepat, tetapi juga tetap berada dalam koridor transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Pemanfaatan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah juga memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi yang diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD. Sistem tersebut sekaligus mendukung pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Thoheran, menegaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan peluang besar untuk menghadirkan proses pengadaan yang lebih cepat dan efisien.

β€œMelalui e-purchasing, proses pemilihan dan pembelian barang/jasa diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien, sekaligus memberikan kepastian dalam proses administrasi pengadaan. Namun demikian, kemudahan teknologi harus tetap diiringi dengan integritas, kehati-hatian, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penguatan sistem pengadaan tersebut sejalan dengan arah dan kebijakan Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri yang menempatkan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan sebagai bagian penting dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinannya, jajaran perangkat daerah didorong untuk bekerja secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab, termasuk dalam mengelola setiap tahapan penggunaan anggaran daerah.

Pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan langsung dengan efektivitas belanja pemerintah serta pencapaian program pembangunan.

Karena itu, peningkatan kompetensi pejabat dan pelaksana pengadaan dinilai menjadi langkah strategis untuk meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus memperkuat prinsip efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum.

Melalui pelaksanaan Bimtek E-Purchasing Katalog Elektronik Versi 6 ini, Pemkab Lampung Tengah diharapkan semakin siap menghadapi dinamika pengadaan berbasis digital. Bukan sekadar mengejar kecepatan proses, tetapi memastikan setiap tahapan pengadaan menghasilkan tata kelola yang bersih, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangatnya jelas: teknologi mempercepat proses, integritas menjaga arah, dan tata kelola yang baik menjadi fondasi pembangunan Lampung Tengah yang unggul, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. (R)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2