PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampungLampung TengahNasionalPendidikan

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Disdikbud Lamteng Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Rendra
354
×

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Disdikbud Lamteng Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Sebarkan artikel ini

Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng).

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah, pemerintah daerah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., mengingatkan pihak sekolah agar tidak mengabaikan potensi dampak abu vulkanik, khususnya terhadap kesehatan saluran pernapasan.

Imbauan tersebut dituangkan dalam edukasi β€œWaspada Erupsi Gunung Anak Krakatau” dengan tiga langkah utama, yakni penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan perlindungan tambahan apabila harus beraktivitas di area terbuka.

β€œKeselamatan dan kesehatan anak-anak serta seluruh warga sekolah harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau sekolah untuk tetap waspada, tidak panik, dan mengikuti arahan resmi pemerintah,” pesan Kepala Disdikbud Lamteng, Minggu (6/9).

Disdikbud Lampung Tengah juga mengingatkan agar penggunaan masker diutamakan, terutama masker jenis N95 atau masker medis, guna membantu mencegah iritasi dan gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Selain itu, aktivitas atau kegiatan di luar ruangan perlu dibatasi, terutama bagi siswa yang berada di lingkungan dengan kondisi udara yang terdampak abu vulkanik. Jika kegiatan di ruang terbuka tidak dapat dihindari, warga sekolah dianjurkan menggunakan perlindungan tambahan seperti kacamata pelindung dan pakaian berlengan panjang.

Langkah Disdikbud tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam merespons kondisi erupsi Anak Krakatau secara terukur, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., koordinasi dan kewaspadaan terhadap berbagai dampak bencana menjadi penting, termasuk perlindungan terhadap sektor pendidikan dan anak-anak sebagai kelompok yang harus mendapat perhatian khusus.

Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan pendidikan tidak hanya berorientasi pada proses belajar-mengajar, tetapi juga pada terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan tanggap terhadap kondisi kebencanaan.

Di tengah situasi yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat, pemerintah daerah Kabupaten Lampung Tengah mengajak seluruh sekolah, orang tua, guru, dan siswa untuk tetap tenang namun tidak lengah.

β€œTetap waspada, jangan panik, dan ikuti terus arahan resmi dari pemerintah.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan bersama merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda Lampung Tengah. (R)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2