PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahHeadlineLampungLampung TengahLINGKUNGANPolitik

Sosialisasi Pancasila di Nambah Dadi, Ni Ketut Dewi Nadi Ajak Generasi Muda Rajin dan Peduli Orang Tua

Rendra
553
×

Sosialisasi Pancasila di Nambah Dadi, Ni Ketut Dewi Nadi Ajak Generasi Muda Rajin dan Peduli Orang Tua

Sebarkan artikel ini

Penanaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda terus diperkuat melalui kegiatan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Salah satunya melalui Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Tahap Ke-1 yang digelar di Lapangan Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang merupakan agenda resmi anggota DPRD Provinsi Lampung di daerah pemilihan masing-masing tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Selain menyampaikan materi tentang Pancasila dan wawasan kebangsaan, kegiatan juga menjadi ruang dialog antara narasumber dengan masyarakat, khususnya para generasi muda yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., mengajak generasi muda untuk memahami dan mengamalkan Pancasila mulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Ni Ketut Dewi Nadi mengingatkan para peserta agar menjadi generasi yang rajin, berbakti kepada orang tua serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

β€œSaya berharap kepada adik-adik semua, sebagai generasi bangsa, jadilah anak yang rajin dan selalu membantu orang tua. Karena itu adalah salah satu implementasi daripada pengamalan Pancasila,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi.

Menurutnya, mengamalkan Pancasila tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Nilai-nilai Pancasila justru dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

β€œMenjaga Pancasila itu tidak harus dengan sesuatu yang besar. Mulai dari diri sendiri, mulai dari keluarga. Menghormati orang tua, menghargai teman, tidak membeda-bedakan orang lain, mau bergotong royong dan menjaga kerukunan di lingkungan kita. Hal-hal sederhana seperti itu sudah menjadi bagian dari pengamalan Pancasila,” jelasnya.

Ni Ketut Dewi Nadi juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

β€œAdik-adik adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan. Gunakan media sosial dengan bijak, saling menghargai dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Kalau kita menjaga persatuan, berarti kita ikut menjaga Indonesia,” pesannya.

Politisi PDI Perjuangan Lampung itu juga menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

β€œPancasila bukan hanya untuk diucapkan, tetapi harus dilakukan. Kalau kita rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, membantu sesama serta menjaga persahabatan tanpa membeda-bedakan, itu adalah bentuk nyata kita mengamalkan Pancasila,” tambahnya.

Pesan tersebut kemudian ditutup dengan seruan penuh semangat. β€œSalam Pancasila! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” seru Ni Ketut Dewi Nadi, yang disambut antusias para peserta.

Tiga Hal Penting dalam Wawasan Kebangsaan

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Tengah, Dr. Candra Puasati, S.Pd., M.Pd., yang turut menjadi narasumber, menjelaskan sejumlah hal penting yang perlu dipahami generasi muda dalam konteks wawasan kebangsaan.

Ia menyebut setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni membangun karakter bangsa, kesadaran bernegara, dan pengamalan Pancasila.

Menurut Dr. Candra Puasati, membangun karakter bangsa menjadi bagian penting karena generasi muda merupakan calon penerus bangsa yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Hal kedua adalah kesadaran bernegara, yakni memahami bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalankan secara seimbang. Sementara hal ketiga adalah pengamalan Pancasila. Ia menekankan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

β€œIni sepintas seperti pelajaran PPKN. Kita memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara,” jelas Dr. Candra Puasati.

Camat Terbanggi Besar Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor

Pada kesempatan yang sama, Camat Terbanggi Besar, Sumarno, S.Sos., M.M., yang juga menjadi narasumber, mendorong generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap kondisi di lingkungan masing-masing.

Ia berharap para peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi mampu mengambil peran sebagai pelopor dalam menciptakan lingkungan yang baik dan menjaga kehidupan bermasyarakat.

β€œIni semua bagaimana nanti ke depan adik-adik bisa menjadi pelopor. Kalau di sekitar lingkungan kita ada hal-hal yang menyimpang, adik-adik harus peduli dan bisa mengingatkan dengan cara yang baik,” ungkapnya.

Peserta Antusias Bertanya tentang Pancasila dan Toleransi Beragama

Suasana sosialisasi semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Sejumlah perwakilan peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada para narasumber.

Salah satu peserta mempertanyakan mengenai makna toleransi beragama dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika hidup berdampingan dengan teman, tetangga maupun masyarakat yang memiliki keyakinan berbeda.

Pertanyaan tersebut mendapat perhatian dari para narasumber. Dijelaskan bahwa toleransi merupakan bagian penting dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Para peserta diberikan pemahaman bahwa toleransi beragama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan menghormati setiap orang dalam menjalankan agama dan kepercayaannya, tanpa melakukan diskriminasi, menghina, memaksakan keyakinan maupun mengganggu pelaksanaan ibadah orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap toleransi dapat diwujudkan melalui hal sederhana, seperti menghormati teman yang berbeda agama, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk beribadah, menjaga ucapan, tidak mengejek keyakinan orang lain serta tetap bekerja sama dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dialog tersebut mendapat respons positif dari peserta. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan mengenai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Ni Ketut Dewi Nadi mengapresiasi keaktifan para peserta tersebut. Menurutnya, keberagaman merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang harus dirawat bersama.

β€œKita boleh berbeda agama, berbeda suku dan berbeda latar belakang, tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia. Yang penting adalah saling menghormati, saling menghargai dan jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar membiasakan diri menjaga kerukunan sejak lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat.

β€œKalau ada teman kita yang berbeda agama, kita hormati. Ketika dia beribadah, kita berikan kesempatan. Kita tetap bisa berteman, belajar bersama dan saling membantu. Itulah salah satu cara kita menjaga persatuan dan mengamalkan Pancasila,” tambahnya.

Dengan adanya dialog tersebut, sosialisasi tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran yang interaktif, terbuka dan dekat dengan persoalan yang dihadapi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. (R)

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2