Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., mengajak masyarakat menjadikan Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi sebagai pedoman yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Ni Ketut Dewi Nadi dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Tahap II September 2026, yang berlangsung di Kampung Rama Murti, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah kemarin.
Menurut Ni Ketut Dewi Nadi, pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki pondasi nilai yang kuat agar tetap mampu menjaga persatuan, kebersamaan dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

βPancasila jangan hanya kita hafalkan sebagai dasar negara. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila itu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,β ujar Ni Ketut Dewi Nadi, Rabu (30/9/2026).
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung tersebut menekankan bahwa nilai persatuan, gotong royong, toleransi, saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari pengamalan Pancasila.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai perubahan dan perbedaan yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, kemajuan teknologi dan perkembangan informasi harus diimbangi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.

βGenerasi muda adalah penerus bangsa. Karena itu, mereka harus memiliki karakter dan nilai kebangsaan yang kuat. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan,β katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan Winarti, unsur pemerintah kecamatan dan kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Kampung Rama Murti dan sekitarnya.
Kehadiran unsur pemerintah, legislatif dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam memperkuat pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di tingkat masyarakat.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, menyampaikan bahwa Pancasila merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilainya, kata dia, harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.
βPancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan kita bersama. Nilai persatuan, gotong royong, saling menghormati dan kepedulian harus terus kita jaga dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,β ujar I Komang Koheri.
Ia mengajak masyarakat Lampung Tengah untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
βDengan semangat persatuan dan gotong royong, kita bisa bersama-sama membangun Lampung Tengah yang lebih baik. Perbedaan harus kita jadikan kekuatan untuk menjaga kebersamaan dan mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,β tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menyampaikan pentingnya pembinaan wawasan kebangsaan dilakukan secara berkelanjutan.
Peserta berharap sosialisasi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda. Pemahaman mengenai Pancasila dinilai penting agar nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai materi yang diketahui, tetapi benar-benar menjadi sikap dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, semangat mengamalkan Pancasila diharapkan semakin kuat di tengah masyarakat Lampung Tengah, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan, kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pancasila bukan sekadar untuk diingat dan dihafalkan, tetapi untuk dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari”. (Rendra)
