Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., mengatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila merupakan fondasi yang menyatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, maupun perbedaan pandangan.
βHari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa. Pancasila harus terus kita jaga, kita hayati, dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diucapkan dalam setiap upacara atau peringatan,β ujar Ni Ketut Dewi Nadi, Kamis (1/10/2026).
Ia menekankan, pengamalan Pancasila dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti membangun sikap saling menghormati, bergotong royong, menjaga kerukunan, serta mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
βNilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata. Menghargai perbedaan, membantu sesama, berlaku adil, menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah merupakan bagian dari cara kita merawat Pancasila,β katanya.
Ni Ketut Dewi Nadi juga mengajak generasi muda untuk memahami sejarah perjalanan bangsa sekaligus menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial memberikan banyak manfaat, tetapi juga membutuhkan kedewasaan dalam berkomunikasi. Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga etika dan persatuan di ruang digital.
βDi tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, semangat Pancasila harus tetap menjadi pegangan. Mari kita gunakan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif, memperkuat persaudaraan, menyebarkan informasi yang benar, dan membangun optimisme untuk Indonesia,β tutur Ni Ketut Dewi Nadi.
Ia menambahkan bahwa semangat Hari Kesaktian Pancasila juga harus tercermin dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan pilihan dan pandangan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa, namun perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.
βKita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. Indonesia dibangun dari keberagaman dan Pancasila menjadi titik temu yang mempersatukan kita,β tegasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, lanjutnya, hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa kepada generasi berikutnya.
βMari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperkokoh gotong royong dan menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan. Dengan persatuan dan semangat kebersamaan, kita dapat terus membangun Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,β pungkasnya. (Rendra)
