Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperkuat sinergi lintas sektoral dalam rangka memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Serentak 2026 berlangsung aman, tertib, lancar, dan demokratis. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kebersamaan Bupati bersama unsur TNI, Polri, kejaksaan, serta jajaran pemerintah daerah menjadi gambaran solidnya koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama tahapan Pilkakam berlangsung.
Bupati Lamteng I Komang Koheri menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkakam bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan di tingkat kampung, melainkan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijaga bersama. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan kedewasaan politik, menjaga persatuan, serta menghormati setiap tahapan pemilihan.

“Sinergi dan kebersamaan seluruh unsur Forkopimda merupakan kekuatan penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Kita ingin pelaksanaan Pilkakam berjalan dengan jujur, adil, aman, dan damai tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” tegas Komang Koheri, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyelenggaraan Pilkakam. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia pemilihan, serta masyarakat harus terus diperkuat agar setiap persoalan dapat diantisipasi dan diselesaikan secara bijaksana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Lampung Tengah, Fathol Arifin, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kesiapan pelaksanaan Pilkakam di seluruh kampung yang mengikuti pemilihan.

“Pemkab Lampung Tengah melalui Dinas PMK berkomitmen memastikan seluruh tahapan Pilkakam berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami terus berkoordinasi dengan camat, pemerintah kampung, panitia pemilihan, serta unsur terkait agar pelaksanaannya berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fathol Arifin.
Ia juga mengingatkan seluruh panitia dan calon kepala kampung agar menjunjung tinggi prinsip demokrasi, menjaga netralitas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga persaudaraan dan persatuan.
“Kami berharap seluruh calon kepala kampung dan pendukungnya dapat menerima setiap proses maupun hasil pemilihan dengan sikap dewasa. Jangan sampai perbedaan pilihan merusak hubungan kekeluargaan dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Lampung Tengah Komang Koheri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan kesuksesan Pilkakam. Ia menekankan bahwa keberhasilan pesta demokrasi tingkat kampung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Forkopimda, Dinas PMK, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, dan seluruh lapisan masyarakat, Pemkab Lampung Tengah optimistis pelaksanaan Pilkakam Serentak 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045. (Rendra)
