Example 728x250
Lampung Tengah

Puluhan Ton Beras Disalurkan Pemkab Lamteng Pada Korban Banjir

242
×

Puluhan Ton Beras Disalurkan Pemkab Lamteng Pada Korban Banjir

Sebarkan artikel ini

Plt Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto saat membagikan beras pada korban banjir di Kecamatan Terbanggi Besar, Senin (5/3/2018).

KARYANASIONAL.COM, Lampung Tengah_ Sebanyak 23208 kg beras telah disalurkan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) kepada korban banjir 1934 kepala keluarga, yang tersebar di 15 titik wilayah setempat.

Pertama kali bantuan beras disalurkan pada korban banjir di Kampung Cabang Kecamatan Bandar Surabaya, sebanyak 7.540 kg, yang dibagi 629 kepala keluarga, Jumat 2 Maret 2018.

Kemudian bantuan beras disalurkan di Kecamatan Bekri, Anak Tuha dan Bumiratu Nuban sebanyak 6.648 kg, kepada 544 kepala keluarga, Sabtu 3 Maret 2018.

Di Kampung Goras Jaya Kecamatan Bekri sebanyak 3312 kg, Kampung Sinar Banten sebanyak 1932kg, Kampung Kusuma Jaya sebanyak 144 kg, dan Kampung Kusuma Dadi sebanyak 108 kg. Kemudian Kecamatan Anak Tuha beras dibagikan di Kampung Jaya Sakti sebanyak 876 kg, dan di Kecamatan Bumiratu Nuban sebanyak 276 kg.

Selanjutnya bantuan beras disalurkan di Kecamatan Terbanggi Besar sebanyak 5,7 ton, kepada 475 kepala keluarga. Di Kampung Terbanggi Besar sebanyak 5.112 kg, dibagikan kepada 426 kepala keluarga, Kampung Poncowati sebanyak 492 kg, kepada 41 kepala keluarga, dan Kampung Indra Putra Subing sebanyak 96 kg, untuk 8 kepala keluarga, Senin (5/3/2018).

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto mengatakan, berdasarkan data yang ada di Pemerintah Daerah, bantuan beras tersebut sudah tersalurkan semua kepada korban banjir.

“Saya minta musibah ini dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi kita semua khususnya masyarakat Lampung Tengah. Saya harap masyarakat selalu menjaga lingkungan nya masing masing, seperti saluran air dan parit, agar air bisa lancer mengalir dimusim penghujan saat ini.”seru Loekman saat memberikan bantuan beras di Kecamatan Terbanggi Besar.

Loekman juga meminta maaf atas keterlambatan bantuan yang diserahkan, karena pemerintah daerah masih menunggu Iaporan dari kampung dan kecamatan terkait jumlah korban banjir.

Dengan alasan, agar bantuan yang disalurkan kepada warga, sesuai dengan jumlah data yang ada. Karena bantuan tersebut menggunakan anggaran APBD Lamteng yang sistem penyelurannya harus sesuai mekanisme dan aturan yang ada.

“Kami mohon maaf, kalau bantuan ini agak terlambat, karena kita masih menunggu data yang disampaikan oleh kepala kampung dan camat. Saya juga sudah intruksikan tim tagana dan tim dapur umum dari Dinas Sosial Lamteng, untuk sementara tetap stand bye dititik lokasi banjir, hingga situasinya dipastikan sudah aman.”ungkapnya.

Loekman menyatakan, tidak ada kata terlambat dalam penanganan bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Tengah. Namun, dalam menyalurkan bantuan pada masyarakat yang terkena banjir, ada mekanisme yang harus dilaluipemerintah.

“Gak ada kata terlambat dalam penanganan bencana banjir. Hanya saja ada mekanisme yang harus kita lewati.

Saya minta warga agar bersabar dalam cobaan ini. Mungkin Allah SWT sedang menguji kita semua, dan kita harus koreksi diri masing-masing atas cobaan ini. Ayo kita sama-sama berdoa agar musibah banjir ini bisa terlewati.”pungkasnya.(Rendra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }