Example 728x250
Bandar LampungBerita Pilihan

Penerapan Jalur Alternatif KA Babaranjang Trase Tarahan-Tegineneng Atasi Kemacetan

402
×

Penerapan Jalur Alternatif KA Babaranjang Trase Tarahan-Tegineneng Atasi Kemacetan

Sebarkan artikel ini

KARYANASIONAL.COM, Bandarlampung, __ Kota Bandarlampung, yang merupakan ibukotanya Provinsi Lampung, menjadi pesat dengan berbagai macam pembangunan.

Kemacetan merupakan kata yang tepat untuk kondisi Kota Bandarlampung saat ini, bukan hanya karena banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang akan tetapi penyebab kemacetan di Kota Tapis Berseri ini juga diindikasi dari Kereta Api pengangkut Batubara (Babaranjang) yang melintas per 15-20 menit sekali.

Hingga saat ini belum ada realisasi untuk mengatasi kemacetan yang diindikasi dari Kereta Api Babaranjang hanya sebatas wacana saja, dan hal ini menjadi sorotan masyarakat hingga Pemerintah Pusat.

Perwakilan Balai Tehnik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel Sugianto, hadir dikantor Dishub . Kamis, (13/12/2018), dalam rangka pembahasan tentang rencana penerapan trase Tegineneng-Tarahan, sebagai alternatif agar KA tidak lagi melintas di Kota Bandarlampung.

Sugianto mengatakan, dalam upaya akselerasi dan integrasi pengembangan perkeretaapian Lampung dan mensinergikan dengan pelaksanaan study basic design pembangunan jalur kereta api (Shortcut) Tegineneng-Tarahan, pihaknya menggelar rapat kordinasi dengan agenda penentuan trase.

Menurutnya, rencana ini bisa menjadi opsi atau alternatif agar Kereta Api Babaranjang yang memiliki sekitar 60 gerbong dan kalau lewat memakan waktu 5-10 menit ini tidak lagi menghiasi Kota Bandarlampung.

Namanya rencana, maka harus dipikirkan dengan matang dan terencana. Artinya, selain finansial, pemerintah daerah hingga pusat juga harus memikirkan segala sesuatunya, seperti pembebasan lahan, data pengukuran dan pemetaan tanah (Groundkart) dan lain sebagainya.

“Kita sudah ada study untuk membahas hal itu, termasuk soal kendala dan lainnya, ada studi amdal dan lain-lain,” ujar Sugianto.

Untuk realisasinya, sambung dia, sangat tergantung dari persiapan pendanaan dari pemerintah Pusat (APBN), dan pastinya bukan tahun ini ataupun tahun depan.

“Anggaran masih belum dimasukkan, karena kita masih proses persiapan perencanaan, dan hari ini baru kita bahas,” ujarnya lagi.

Yang jelas, jika rencana alternatif ini bisa terealisasi maka kita sebagai masyarakat Bandarlampung hanya bisa mendoakan sama-sama agar Kota Bandarlampung yang kita cintai ini terbebas dari kemacetan. (Helmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }