Puting Beliung Disertai Hujan Es Sapu Kotagajah

KARYANASIONAL.COM – Puluhan rumah dan bangunan di Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, porak-poranda diterjang angin puting beliung disertai hujan es yang melanda wilayah setempat, Selasa (12/11/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Sementara, sepuluh rumah di Dusun Purwodadi, Kampung Kotagajah, teridentifikasi rusak parah akibat bencana alam itu.

Sumi (54), warga Dusun Purwodadi yang rumahnya tersapu puting beliung menjelaskan, peristiwa bencana itu berlangsung sangat cepat, dan tidak ada gejala alam yang tampak sebelum terjadinya bencana alam itu.

”Tetiba terdengar suara gemuruh hujan. Namun sedikit tidak lazim, karena suaranya seperti ada yang melempar suatu benda ke atap rumah. Setelah dicek, ngga tahunya seperti es batu sebesar jempol tangan bertaburan, hingga masuk ke dalam rumah. Hujan deras berlangsung selama 15 menit, dan disertai angin kencang. Akibatnya, genting rumah kami porak-poranda. Saya merasakan trauma. Namun Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Ripto. Menurutnya, bencana alam yang diawali angin kencang dan hujan itu, menimbulkan kabut yang membuat jarak pandang di sekitar kediamannya menjadi terbatas. ”Kalau teras rumah saya hancur pokoknya. Selesai hujan, saya kaget atap teras dari rangka baja itu terbang sampai ke rumah tetangga. Selama kami tinggal disini, baru kali ini terjadi angin puting beliung disertai hujan es. Saya mengalami kerugian mencapai Rp 20 juta. Dan saya berharap, pemerintah daerah dapat membantu kami, para korban bencana alam ini untuk memperbaiki rumah kami,” harapnya.

Terpisah, Kepala Kampung Kotagajah Akhmadi mengatakan, pihaknya mengidentifikasi ada sepuluh rumah warga di Dusun Purwodadi, yang mengalami kerusakan, seperti atap dapur dan atap rumah yang porak-poranda akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan es.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami dari pemerintahan kampung hari ini gotong royong membantu membersihkan puing-puing genting yang berhamburan. Sementara, kerugian materil yang dialami warga mencapai Rp 64,7 juta. Mudah-mudahan pemerintah daerah dapat membantu meringankan beban para korban bencana alam itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Tengah Guntur Napitupulu, saat dikonfirmasi perihal peristiwa itu membenarkannya. Bahkan, Guntur memberikan informasi tambahan berupa bangunan Balai Kampung Kotagajah Timur yang luluh lantah akibat terjangan angin pusaran itu.

”Kami (BPBD) masih terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kecamatan Kotagajah, yang hari ini masih menginventarisir jumlah bangunan rusak akibat bencana alam itu. Sementara terkait Balai Kampung Kotagajah Timur, kita langsung koordinasikan dengan pemerintahan kampung setempat, apakah bisa balai itu dibangun menggunakan Alokasi Dana Desa. Karena bangunan itu merupakan aset pemerintah kampung,” tandasnya. (Sur/Dra)

footer { display: block; background-color: black; color: white; border-top: 3px solid #c4a0a4; }