Reses di Kalirejo, Ghofur: Masyarakat Minta Pemda Lakukan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid

KARYANASIONAL.COM – Sejumlah Anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng) Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Jaring Aspirasi Masyarakat dalam kegiatan Reses Tahap III Masa Sidang Ke-III di Kecamatan Kalirejo dan Sendang Agung belum lama ini.

Kegiatan Reses dihadiri M. Ghofur Anggota DPRD Lamteng Fraksi PKS, dan Umar Anggota DPRD Fraksi Golkar. Hadir pula Camat Kalirejo dan para Kepala Kampung dan masyarakat diwilayah setempat.

Dalam Reses, masyarakat berharap kepada pemerintah agar jalan-jalan poros di Kecamatan Kalirejo dan Sendang Agung segera diperbaiki.

“Hasil Reses yang paling menonjol masalah infrastruktur dibeberapa wilayah Kalirejo dan Sendang Agung yang perlu diperbaiki. Karena disitu banyak jalan-jalan poros yang rusak parah,” ujar Ghofur menirukan keluhan masyarakat saat Reses di Kalirejo dan Sendang Agung.

Selain masalah perbaikan infrastruktur, khusus masyarakat Kalirejo juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan Lampung Tengah untuk melakukan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19.

Upaya ini menindaklanjuti kasus meninggalnya pasien Covid-19 di Kalirejo yang melakukan isolasi mandiri dirumah. Karena pengurus jenazah kampung belum memiliki pengalaman untuk mengurus jenazah covid, maka masyarakat bingung dan hanya bisa menunggu petugas covid yang resmi ditunjuk pemerintah daerah untuk melakukan pemakaman.

Karena menunggu waktu lama untuk melakukan pemulasaran janazah covid, akhirnya masyarakat berpikir agar kiranya kampung memiliki petugas yang paham, sehingga saat ada kejadian seperti itu lagi sudah tidak bingung untuk melakukan pemulasaran jenazah covid.

“Karena masyarakat belum punya pengalaman untuk melakukan pemulasaran covid kan takut, bahkan ada disalah satu kampung itu sampai keluarganya saja bingung mau memperlakukan seperti apa,” kata Ghofur.

Untuk menghindari kejadian tersebut, pihaknya melakukan kesepakatan bersama teman-teman DPRD, Camat dan para Kepala Kampung di Kalirejo untuk melakukan pelatihan pemulasaran covid dengan melibatkan Dinas Kesehatan Lamteng. Jadi setiap kampung diminta untuk menyiapkan dua orang laki-laki dan perempuan. Setelah itu akan ditindaklanjuti ke dinas kesehatan agar melakukan pelatihan pemulasaran covid kepada masyarakat.

“Memang secara resmi belum kita sampaikan kedinas, tapi setelah Reses langsung kita tindaklanjuti ke Dinas Kesehatan. Masalah pelatihan ini kita mau eksen segera karena mendesak untuk dilakukan. Dinas kan sudah punya petugas yang paham tuh, nanti kita minta waktunya mungkin sehari untuk melatih relawan-relawan kampung yang ada di Kalirejo. Kami harap langkah ini bisa mencegah kejadian tersebut agar tidak terulang lagi,” harap politisi PKS Lamteng ini.

Kalau untuk kinerja Satgas Covid-19 di Kalirejo, Ghofur menegaskan tidak ada masalah. “Saya kira kinerja Satgas Covid-19 di Kalirejo sudah maksimal, hanya saja petugasnya terbatas. Kalau yang meninggal dirumah sakit pasti tertangani, karena ada petugas khusus,” ungkapnya. (red)