KARYA NASIONAL – “Tidak ada kemandirian tanpa persatuan. Percuma kita bicara pembangunan jika warganya tidak rukun!” Pesan kuat inilah yang ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah (Lamteng) I. Komang Koheri, S.E., M.Sos., saat memberikan sambutan pada HUT ke-15 Kampung Mekar Jaya, Kecamatan Bangunrejo, Senin (26/01/2026).
Menariknya, kehadiran I. Komang Koheri dalam acara pengajian akbar ini menjadi simbol nyata toleransi di Lampung Tengah. Meski beliau merupakan penganut agama Hindu, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk hadir dan membaur di tengah ratusan jamaah muslim guna mempererat tali silaturahmi.
“Kehadiran saya di sini adalah bukti bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang bagi kita untuk bersatu membangun daerah. Saya tegaskan, kekuatan utama kita itu ada pada sinergi. Jangan sampai perbedaan membuat kita lemah!” ujar I. Komang Koheri dengan nada tegas yang disambut tepuk tangan antusias warga.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kampung tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari seberapa kuat warganya saling merangkul tanpa memandang latar belakang. Di usia ke-15 ini, ia meminta seluruh elemen masyarakat bergerak lebih progresif.
“Usia 15 tahun itu masa kematangan. Saya minta tokoh agama, tokoh adat, dan para pemuda, jangan hanya jadi penonton. Mari berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten. Kita buat potensi lokal di Mekar Jaya ini meledak dan membawa kesejahteraan bagi kita semua,” tambahnya.
Melalui momentum pengajian tersebut, Plt Bupati berharap nilai-nilai religius mampu menjadi filter moral bagi masyarakat agar tetap berintegritas dan menjaga harmoni sosial.
“Jadikan pengajian ini sebagai energi untuk mempererat silaturahmi. Kalau warganya kompak, rukun, dan saling menghargai, saya yakin Mekar Jaya akan jadi contoh bagi kampung-kampung lain di Lampung Tengah. Mari kita buktikan bahwa gotong royong kita melampaui segala perbedaan!” serunya menutup sambutan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Bupati yang diserahkan kepada perwakilan tokoh masyarakat sebagai simbol dimulainya babak baru pembangunan yang inklusif di Kampung Mekar Jaya. (rls/Dod)





