KARYA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk berperan aktif dalam mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah melalui Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah di Hari Pertama.
Program tersebut merupakan bentuk kampanye yang bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam dunia pendidikan, sekaligus memberikan dukungan moral dan psikologis kepada anak saat memulai tahun ajaran baru. Kehadiran ayah di hari pertama sekolah dinilai mampu membangun rasa percaya diri, menciptakan kenyamanan, serta memberikan semangat bagi anak untuk mengikuti proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menyampaikan bahwa pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga, termasuk ayah.
“Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, kami ingin mendorong peran aktif ayah dalam mendampingi proses pendidikan anak. Kehadiran ayah di hari pertama sekolah diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata yang memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi anak saat memulai kegiatan belajar,” ujar Nur Rohman, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan terbukti memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, mental, dan prestasi anak. Karena itu, momentum hari pertama sekolah menjadi kesempatan yang tepat untuk menunjukkan perhatian serta kasih sayang kepada anak.
Selain memberikan dukungan emosional, gerakan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang lebih erat antara orang tua dan anak sejak dini. Dengan demikian, anak akan merasa lebih siap menghadapi lingkungan belajar yang baru.
Disdikbud Lampung Tengah juga menilai bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, di mana keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah antara lain:
• Menumbuhkan rasa percaya diri anak.
• Memberikan dukungan emosional pada hari pertama sekolah.
• Mempererat hubungan antara ayah dan anak.
• Menciptakan kenangan positif yang akan dikenang sepanjang masa.
• Menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.
Di sisi lain, kampanye tersebut turut mendapat perhatian masyarakat. Di media sosial, beredar berbagai tanggapan yang bernada humor maupun kritik terkait ajakan tersebut, terutama dari warga yang memiliki kondisi keluarga berbeda atau ayah yang harus bekerja pada jam masuk sekolah.
Meski demikian, substansi gerakan ini dipahami sebagai imbauan dan ajakan moral, bukan kewajiban yang bersifat memaksa. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya kehadiran orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap semakin banyak keluarga yang terlibat aktif dalam pendidikan anak sejak hari pertama sekolah, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (R)











