For fast content checks, quillbot ai detector gives practical writing feedback.

2026’te kullanıcı dostu tasarımıyla bettilt sürümü geliyor.

Lampung Tengah

Plt. Bupati Lamteng Buka Utsawa Dharma Gita XI, Tegaskan Pelestarian Budaya sebagai Warisan Bangsa

698
×

Plt. Bupati Lamteng Buka Utsawa Dharma Gita XI, Tegaskan Pelestarian Budaya sebagai Warisan Bangsa

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus mendorong berbagai kegiatan yang mampu menjaga eksistensi seni, tradisi, sastra, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita (UDG) XI Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., di Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Seputih Raman, Jumat (10/7/2026).

Utsawa Dharma Gita tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan membaca dan melantunkan kitab suci Hindu. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun melalui sastra suci, seni suara keagamaan, bahasa, tata nilai, adat istiadat, hingga filosofi kehidupan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Jumaadi, S.Ag., Anggota DPRD Provinsi Lampung I Made Suwarjaya, S.H., M.H., Ketua LPDG Provinsi Lampung I Gede Budi Artana, S.Pd., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah I Gusti Putu Yugo, S.T., Ketua PHDI Kabupaten Lampung Tengah Trisma Wijaya, S.H., Ketua WHDI Kabupaten Lampung Tengah Desi Cermanawati, para camat, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dewan juri, panitia, serta peserta Utsawa Dharma Gita dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati I Komang Koheri menegaskan bahwa kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, hingga generasi muda.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Hindu yang telah tumbuh dan berkembang di tengah keberagaman masyarakat Lampung Tengah.

Tradisi membaca, melagukan, dan memahami sastra suci bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menyimpan kekayaan bahasa, sastra, seni vokal, etika, serta filosofi kehidupan yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.

“Melalui Utsawa Dharma Gita, kita tidak hanya melestarikan ajaran agama, tetapi juga menjaga kekayaan budaya yang diwariskan para leluhur. Tradisi ini harus terus hidup dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Komang Koheri.

Ia mengatakan, kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelestarian budaya. Oleh sebab itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk belajar, mengenal, sekaligus mencintai budaya yang dimiliki daerahnya agar tetap lestari dan berkembang.

Menurutnya, budaya merupakan perekat persatuan yang mengandung nilai gotong royong, toleransi, etika, penghormatan kepada orang tua, serta kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut harus terus diwariskan sebagai bekal membangun karakter masyarakat yang beradab.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika budaya mampu kita jaga, maka identitas daerah juga akan tetap terpelihara. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya kepada generasi penerus sebagai kekayaan yang tidak ternilai,” tambahnya.

Plt. Bupati juga memberikan apresiasi kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG), para pembina, guru, orang tua, serta seluruh panitia yang secara konsisten menyelenggarakan Utsawa Dharma Gita sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pembinaan karakter generasi muda.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan generasi yang mencintai budaya, memahami nilai-nilai luhur warisan leluhur, serta mampu menjadi duta budaya yang membawa nama baik Lampung Tengah di tingkat provinsi maupun nasional.

Melalui Utsawa Dharma Gita XI, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian seni, sastra, adat istiadat, dan tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Di tengah keberagaman yang dimiliki daerah, budaya diyakini menjadi perekat persatuan sekaligus fondasi dalam membangun masyarakat yang berkarakter, beretika, dan menghargai warisan leluhur. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *