KARYA NASIONAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Tengah memperkuat kolaborasi dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Sinergi kedua instansi tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi guna memastikan proses pendataan di sektor pendidikan berjalan optimal, akurat, dan menghasilkan data berkualitas.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah itu dihadiri Kepala BPS Kabupaten Lampung Tengah, Tri Kuntjoro, S.Si., M.M., beserta tim penanggung jawab Sensus Ekonomi 2026, dan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati pentingnya membangun koordinasi sejak dini agar seluruh tahapan pendataan di lingkungan pendidikan dapat terlaksana secara efektif. Sektor pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung tersedianya data statistik yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menginstruksikan seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga lembaga pendidikan nonformal, agar menerima petugas resmi BPS dengan baik serta memberikan data yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Sekolah dan lembaga pendidikan merupakan bagian penting dari cakupan Sensus Ekonomi 2026. Karena itu kami mengajak seluruh jajaran pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang valid. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, termasuk di bidang pendidikan dan perekonomian daerah,” ujar Nur Rohman, Senin (13/7/2026).
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lampung Tengah, Tri Kuntjoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor utama dalam mewujudkan pendataan yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sektor pendidikan memiliki cakupan yang luas serta aktivitas ekonomi yang beragam. Melalui sinergi bersama Dinas Pendidikan, kami optimistis proses pendataan di lapangan akan berjalan lebih efektif sehingga menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah,” kata Tri Kuntjoro.
Selain membahas dukungan kelembagaan, kedua instansi juga menyusun langkah-langkah teknis pelaksanaan sensus, mulai dari pemutakhiran data satuan pendidikan, koordinasi dengan kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan, hingga sosialisasi kepada pengelola administrasi dan keuangan agar memberikan informasi secara jujur, terbuka, dan sesuai kondisi riil.
Melalui kolaborasi yang kuat antara BPS dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di sektor pendidikan dapat berlangsung lancar tanpa kendala. Hasil pendataan nantinya diharapkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, sekaligus memperkuat perencanaan ekonomi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah. (R)











