KARYA NASIONAL – Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di bidang repatriasi atau pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.
Dalam pertemuan itu, Direktur FBI secara langsung menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa artefak tersebut berhasil dikembalikan setelah melalui proses provenance research atau penelitian asal-usul benda budaya yang diselundupkan ke Amerika Serikat.
Menurut Fadli Zon, artefak yang direpatriasi berasal dari Papua, di antaranya merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, dan Suku Sentani. Benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang sangat tinggi.
“Repatriasi ini merupakan bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya Indonesia sekaligus menyelamatkan warisan sejarah bangsa,” ujar Fadli Zon.
Ia menambahkan, kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pengembalian benda budaya telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, FBI juga telah membantu mengembalikan sejumlah artefak penting Indonesia, termasuk arca-arca perunggu dan berbagai benda bersejarah lainnya yang dicuri dan dibawa ke luar negeri.
Pemerintah berharap kerja sama tersebut terus diperkuat, tidak hanya dengan FBI, tetapi juga didukung oleh Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri, sehingga proses repatriasi benda-benda budaya Indonesia dapat berjalan lebih optimal.
Fadli Zon menegaskan, seluruh artefak yang telah dikembalikan nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari dan dinikmati oleh masyarakat luas sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan budaya bangsa.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Direktur FBI tersebut menjadi simbol semakin eratnya hubungan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga serta mengembalikan warisan budaya nasional yang menjadi identitas bangsa Indonesia. (*)