KARYA NASIONAL – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., menghadiri kegiatan Fatmawati Trophy, sebuah kompetisi bergengsi desain kebaya dan kerudung yang diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno, sosok yang dikenal sebagai penjahit Bendera Pusaka Merah Putih.
Kegiatan yang berlangsung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, DR. Hj. Winarti, S.E., M.H., beserta jajarannya. Kompetisi bergengsi ini juga menjadi ajang nasional yang mempertemukan para desainer muda berbakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan karya terbaik mereka. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang menciptakan desain kebaya dan kerudung yang mampu memadukan nilai-nilai budaya Nusantara dengan sentuhan modern, sehingga tetap relevan di tengah perkembangan dunia fesyen.
Fatmawati Trophy tidak hanya menjadi perlombaan desain busana, tetapi juga merupakan ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya bangsa. Semangat perjuangan Fatmawati Soekarno sebagai perempuan tangguh, kreatif, dan patriotik menjadi inspirasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kehadiran Ni Ketut Dewi Nadi dalam acara tersebut menunjukkan komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia, khususnya kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal.
Menurutnya, kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol jati diri bangsa yang harus terus dijaga keberadaannya melalui inovasi dan kreativitas generasi muda.
“Fatmawati Trophy menjadi wadah yang sangat positif untuk melahirkan desainer-desainer muda berbakat yang mampu mengangkat kebaya dan kerudung Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Melalui kreativitas mereka, budaya bangsa dapat terus hidup, berkembang, dan dikenal luas, tanpa kehilangan nilai-nilai tradisinya,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi, Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan bahwa sosok Fatmawati Soekarno merupakan teladan bagi perempuan Indonesia. Selain dikenal sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih, Fatmawati juga menjadi simbol perjuangan, keteguhan, serta kecintaan terhadap tanah air.
“Generasi muda harus menjadikan semangat Ibu Fatmawati sebagai inspirasi untuk terus berkarya, mencintai budaya sendiri, dan tidak ragu berinovasi. Kebaya adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama agar tetap menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” lanjutnya.
Ni Ketut Dewi Nadi juga mengapresiasi seluruh penyelenggara Fatmawati Trophy yang dinilai berhasil menghadirkan kompetisi berkualitas sekaligus memperkuat promosi budaya Nusantara melalui industri fesyen.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak desainer muda Indonesia yang mampu menghasilkan karya-karya kreatif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Fatmawati Trophy diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebaya sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus mendorong tumbuhnya industri fesyen nasional yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku industri kreatif, dan generasi muda, kebaya Indonesia diyakini akan terus berkembang sebagai identitas budaya yang membanggakan di kancah dunia. (R)











