banner 325x300
Lampung TengahNasional

Berbekal Pengalaman di Komisi VIII DPR RI, Plt. Bupati Lamteng Fokus pada Program Sosial untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Stunting

758
×

Berbekal Pengalaman di Komisi VIII DPR RI, Plt. Bupati Lamteng Fokus pada Program Sosial untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Stunting

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Pengalaman panjang sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menjadi bekal penting bagi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam merumuskan arah pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah.

Berbagai pengalaman menangani persoalan sosial di tingkat nasional kini diterjemahkan menjadi kebijakan yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selama bertugas di Komisi VIII DPR RI, Komang Koheri membidangi urusan sosial, keagamaan, penanggulangan bencana, pemberdayaan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan. Pengalaman tersebut membentuk keyakinannya bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan keadilan sosial dan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Komang Koheri, program sosial pada hakikatnya merupakan program kemanusiaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Program sosial itu adalah program kemanusiaan sebenarnya. Sejatinya manusia mempunyai nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan Pancasila, khususnya sila kedua. Bagaimana kita mengetuk hati kita bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Komang Koheri kepada Karya Nasional, Sabtu (25/7/2026).

Berbekal pengalaman tersebut, Komang Koheri membawa semangat kolaborasi ke Kabupaten Lampung Tengah. Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, ia mendorong lahirnya berbagai program sosial yang melibatkan seluruh potensi daerah agar penanganan kemiskinan dan stunting tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga mendapat dukungan dunia usaha, organisasi sosial, lembaga keagamaan, dan masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui Program Inovasi SEKINKER GELOWING, yang merupakan akronim dari SEjahterakan masyarakat misKIN, KERja Sama CSR, GErebek, Lawan, dan Waspada stuntING. Program ini merupakan gagasan Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Tengah, Ir. Rony Witono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., bersama Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos.

Melalui SEKINKER GELOWING, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah membangun sinergi antara pemerintah daerah, Forum CSR, Baznas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dunia usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama mempercepat pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.

“Kalau dilakukan dengan kebersamaan, gotong royong, dan keikhlasan, karena kita memiliki Forum CSR, organisasi sosial, Badan Wakaf, dan berbagai lembaga sosial lainnya, mudah-mudahan tujuan untuk membantu masyarakat dapat segera tercapai,” kata Komang Koheri.

Implementasi program tersebut mulai diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial. Di Kecamatan Bandar Mataram, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersama mitra CSR menyalurkan bantuan berupa pembangunan 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 18 paket Budidaya Ikan dalam Ember (Budidamber) dari Baznas, serta 12 paket bantuan ayam petelur lengkap dengan kandang baterai dan pakan selama dua bulan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga.

Selain itu, bersama Ketua Komisi VIII DPR RI, Hi. Marwan Dasopang, M.Si., berserta rombongan, Komang Koheri juga menyalurkan bantuan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Jolosutro Bandar Jaya, berupa 2 kuintal beras, enam paket bantuan permakanan, serta bantuan untuk pembangunan kamar mandi dan WC. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar serta peningkatan kualitas pelayanan di lembaga kesejahteraan sosial.

Bagi Komang Koheri, seluruh rangkaian program tersebut merupakan implementasi nyata dari pengalaman yang diperolehnya selama bertugas di Komisi VIII DPR RI. Ia meyakini bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya prevalensi stunting, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, serta tumbuhnya semangat gotong royong di tengah kehidupan sosial.

Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah optimistis mampu mewujudkan Lampung Tengah yang Unggul, Adil, dan Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045, dengan memastikan setiap warga merasakan kehadiran pemerintah dan memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup lebih sejahtera. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2