banner 325x300
DaerahLampung Tengah

Poltekkes Kaji Penanggulangan TB di Lampung Tengah

333
×

Poltekkes Kaji Penanggulangan TB di Lampung Tengah

Sebarkan artikel ini

KARYA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi bersama kalangan akademisi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) hasil penelitian Skema Kajian Kebijakan Kesehatan (KKS) yang dilaksanakan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Aula Dinas Kesehatan Lamteng, Kamis (6/8/2026).

Penelitian bertajuk “Analisis Implementasi Kebijakan dalam Upaya Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Lampung Tengah” tersebut bertujuan mengkaji sejauh mana kebijakan penanggulangan TB telah diimplementasikan di lapangan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pengendalian TB.

Mewakili Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Tengah, Dr. Candra Puasati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penanggulangan Tuberkulosis tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih adaptif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujar Dr. Candra.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, dr. Josi Harnos, MARS., menyampaikan apresiasinya terhadap penelitian yang dilakukan kalangan akademisi. Ia menilai evaluasi berbasis bukti ilmiah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat program penanggulangan TB yang telah berjalan.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus terus diatasi, di antaranya penemuan kasus yang belum optimal, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas, pelacakan kontak erat, serta penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Tuberkulosis.

“Perspektif baru dari hasil penelitian akademisi akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas layanan, mempercepat penemuan kasus, serta memperkuat pendampingan pasien agar angka keberhasilan pengobatan terus meningkat,” kata dr. Josi.

Dalam FGD tersebut, para peserta membahas secara mendalam berbagai aspek implementasi kebijakan penanggulangan TB di Kabupaten Lampung Tengah. Diskusi difokuskan pada peningkatan penemuan kasus, penguatan sistem pelacakan kontak erat, peningkatan kepatuhan pasien menjalani pengobatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, yakni Dr. Aprina, S.Kp., M.Kes. dan Dr. Ns. Anita Bustami, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat. Keduanya memaparkan hasil kajian awal sekaligus menyerap berbagai masukan dari peserta FGD sebagai bahan penyempurnaan penelitian.

Tim peneliti menjelaskan bahwa kajian ini tidak berhenti pada proses pengumpulan data semata. Seluruh hasil penelitian dan masukan yang diperoleh dalam forum diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat dijadikan acuan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam memperkuat strategi penanggulangan TB secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mendukung pencapaian target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, “Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045,” yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (R)

2