KARYA NASIONAL – Kabupaten Lampung Tengah kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Provinsi Lampung. Berdasarkan data yang dihimpun, Lampung Tengah tercatat sebagai daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Lampung dengan produksi mencapai 694.734 ton.
Capaian tersebut menempatkan Lampung Tengah di posisi teratas dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung. Di bawahnya terdapat Lampung Timur dengan produksi 526.198 ton, Lampung Selatan 460.853 ton, Tulang Bawang 383.194 ton, dan Mesuji 282.558 ton.
Besarnya produksi tersebut menjadi gambaran nyata mengenai kuatnya sektor pertanian Lampung Tengah sekaligus menunjukkan kontribusi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah, produksi beras Lampung Tengah juga menjadi bagian penting dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Produktivitas padi dan beras menjadi perhatian penting karena sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani, perputaran ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan di wilayah pedesaan.
Komang Koheri: Lampung Tengah Harus Terus Perkuat Sektor Pangan
Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, menegaskan bahwa keberhasilan Lampung Tengah menjadi daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Lampung merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian. Mulai dari para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga seluruh masyarakat memiliki peran dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Keberhasilan Lampung Tengah menjadi penghasil beras terbesar di Provinsi Lampung merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Ini menunjukkan bahwa Lampung Tengah memiliki potensi pertanian yang sangat besar untuk mendukung swasembada pangan nasional,” ujar I Komang Koheri, Senin (10/8/2026)
Menurutnya, capaian produksi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan produktivitas. Pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, optimalisasi lahan, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana pertanian.
Ia menilai, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai besarnya jumlah produksi, tetapi juga bagaimana sektor pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Petani adalah bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan agar produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” tegasnya.
Lampung Tengah Catat Produksi 694.734 Ton
Data yang dihimpun menunjukkan Kabupaten Lampung Tengah berada di peringkat pertama sebagai penghasil beras terbesar di Provinsi Lampung dengan produksi mencapai 694.734 ton. Posisi tersebut semakin memperkuat Lampung Tengah sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Lampung.
Dengan potensi pertanian yang besar, daerah ini memiliki peluang untuk terus meningkatkan produksi sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional.
Adapun data produksi beras yang dihimpun antara lain:
1. Lampung Tengah — 694.734 ton
2. Lampung Timur — 526.198 ton
3. Lampung Selatan — 460.853 ton
4. Tulang Bawang — 383.194 ton
5. Mesuji — 282.558 ton
6. Pesawaran — 157.354 ton
7. Pringsewu — 154.782 ton
8. Tanggamus — 147.440 ton
9. Way Kanan — 119.142 ton
10. Lampung Utara — 107.276 ton
11. Pesisir Barat — 72.007 ton
12. Lampung Barat — 59.774 ton
13. Tulang Bawang Barat — 53.623 ton
14. Kota Metro — 30.326 ton
15. Kota Bandar Lampung — 3.365 ton
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Lampung Tengah dalam menopang produksi pangan di Provinsi Lampung. Potensi tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan pertanian dari tingkat kabupaten hingga kampung.
Pertanian Menjadi Kekuatan Strategis Lampung Tengah
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Plt. Bupati I Komang Koheri juga memandang sektor pertanian sebagai kekuatan strategis yang harus terus dikembangkan dan dijaga keberlanjutannya. Sektor pertanian bukan hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian di berbagai kecamatan dan kampung.
Karena itu, produksi beras sebesar 694.734 ton bukan sekadar angka statistik. Di balik capaian tersebut terdapat kerja keras ribuan petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Keberhasilan tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan produktivitas pertanian dapat dipertahankan dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.
I Komang Koheri berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian Lampung Tengah.
“Kita ingin Lampung Tengah tidak hanya dikenal sebagai penghasil beras terbesar di Lampung, tetapi juga mampu menjadi daerah yang semakin maju, mandiri dan sejahtera melalui sektor pertanian,” pungkasnya.
Dengan capaian produksi tersebut, Lampung Tengah semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama Provinsi Lampung sekaligus daerah yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, petani, dunia usaha, penyuluh pertanian dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga potensi pertanian Lampung Tengah dapat terus berkembang, produktivitas meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, dan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar. Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045. (R)












