Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia yang diperingati setiap 19 Agustus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong terhadap sesama.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), I Komang Koheri, S.E., M.Sos., mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menghadirkan kepedulian melalui tindakan nyata.
Pesan tersebut disampaikan di tengah berbagai bencana yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Menurut I Komang Koheri, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
βDunia yang lebih baik dibangun dari kepedulian, persatuan, dan aksi nyata untuk kemanusiaan,β ujar I Komang Koheri.
Ia mengajak masyarakat Lampung Tengah untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana, baik melalui bantuan, doa, maupun kepedulian sosial sesuai kemampuan masing-masing.
βKetika bencana terjadi, rasa kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh jarak maupun perbedaan. Kita semua dapat mengambil bagian untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,β katanya.
I Komang Koheri menegaskan, kepedulian tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk yang besar. Hal kecil yang dilakukan bersama-sama dan dengan ketulusan dapat memberikan arti besar bagi mereka yang membutuhkan.
βDi tengah saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah, mari kita hadir dengan kepedulian. Tidak harus selalu dalam bentuk yang besar. Kepedulian sekecil apa pun, jika dilakukan bersama-sama dan dengan ketulusan, akan memiliki arti yang besar,β pesannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa.
Momentum Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day, diharapkan menjadi pengingat agar semangat saling membantu terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, melalui kepedulian, persatuan, dan gotong royong.
βMari kita bangun dunia yang lebih baik dengan kepedulian. Mari saling menguatkan dan hadir bagi sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana dan kesulitan,β pungkasnya. (R)
