Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan, penghapusan kemiskinan ekstrem, serta penurunan prevalensi stunting.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penguatan tata kelola SEKINKER GELOWING, dengan mengintegrasikan berbagai program inovasi sekaligus memperluas kemitraan di luar pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Pembahasan Gagasan Proyek Perubahan yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Tengah di Ruang Kepala Bappeda, Kamis (27/8/2026).
Rapat membahas gagasan Proyek Perubahan dengan judul โPenguatan Tata Kelola SEKINKER GELOWING melalui Integrasi ALUR MIS X, KOLEGA CETING, dan Kemitraan Non-APBD untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting di Kabupaten Lampung Tengah.โ
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan perencanaan, program, sumber daya, serta kemitraan lintas sektor agar berbagai inovasi pemerintah daerah dapat memberikan dampak yang lebih terarah dan nyata bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Tengah, Ir. Rony Witono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., mengatakan penguatan SEKINKER GELOWING membutuhkan integrasi antarsektor dan kolaborasi yang kuat.
Menurut Rony, sejumlah inovasi yang dikembangkan perangkat daerah, khususnya ALUR MIS X dan KOLEGA CETING dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, perlu diintegrasikan dengan program unggulan daerah agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
โIntegrasi program menjadi penting agar setiap inovasi yang sudah berjalan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap program unggulan daerah. Kita ingin perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi berjalan dalam satu arah sehingga dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,โ ujar Rony.
Ia menjelaskan, rapat tersebut juga membahas kesiapan Tim Efektif dalam mengintegrasikan berbagai program inovasi ke dalam Grand Strategy Program Unggulan Kabupaten Lampung Tengah, yakni SEKINKER GELOWING.
Turut hadir Kepala Bidang Bina Usaha beserta Ketua Tim Substansi Bidang Bina Usaha, Kepala Bidang Perencanaan dan Pendanaan Pembangunan Bappeda, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda, unsur perencanaan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, perwakilan Baznas, serta unsur terkait lainnya.
Selain integrasi program, Bappeda juga mendorong penguatan kemitraan dan Konsorsium Pilar KER (Kerja Sama) dengan melibatkan dunia usaha, Corporate Social Responsibility (CSR), Baznas, serta berbagai pihak di luar APBD.
Rony menilai, kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperluas sumber daya pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan APBD.
โIntegrasi ALUR MIS X dan KOLEGA CETING, ditambah kemitraan non-APBD, menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola program unggulan daerah. Dengan kolaborasi yang lebih luas, intervensi terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut sekaligus menjadi upaya konkret Pemkab Lampung Tengah, khususnya Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan, dalam melaksanakan strategi pengentasan kemiskinan sesuai amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, terutama terkait strategi peningkatan pendapatan masyarakat miskin ekstrem.
Menurut Rony, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun koordinasi, menyatukan program, memanfaatkan potensi yang ada, serta menghadirkan berbagai mitra pembangunan.
Penguatan sinergi tersebut sejalan dengan arahan dan instruksi Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., yang terus mendorong seluruh perangkat daerah bekerja secara terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil.
Di bawah kepemimpinan I Komang Koheri, perangkat daerah diarahkan untuk tidak bekerja secara sektoral, melainkan membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, khususnya yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Arahan tersebut menjadi landasan Bappeda dalam memperkuat integrasi perencanaan dan pelaksanaan program agar berbagai inovasi perangkat daerah dapat ditempatkan dalam satu strategi pembangunan yang saling mendukung.
โBapak Plt. Bupati Lamteng terus mengarahkan agar seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi, menyatukan program, dan memastikan setiap kegiatan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bappeda mendorong agar inovasi yang sudah ada tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi dalam strategi pembangunan daerah,โ ungkap Rony Witono.
Rony menegaskan, integrasi program SEKINKER GELOWING tidak berhenti pada aspek perencanaan dan administrasi. Lebih dari itu, program diarahkan untuk menghasilkan intervensi yang tepat sasaran, terutama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, menghapus kemiskinan ekstrem, serta menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Tengah.
Ia berharap Tim Efektif mampu membangun pola kerja yang semakin solid dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah di tingkat wilayah, lembaga sosial, dunia usaha, serta berbagai mitra lainnya.
โSinergi dan kolaborasi harus kita jadikan kekuatan bersama. Tujuannya bukan sekadar menjalankan program, tetapi bagaimana program tersebut benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung Tengah,โ tegasnya.
Program SEKINKER GELOWING merupakan program inovasi dan unggulan Pemkab Lampung Tengah dibawah kepemimpinan Plt. Bupati I Komang Koheri, S.E., M.Sos., yang digagas oleh Plt. Kepala Bappeda Lampung Tengah, Ir. Rony Witono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng.
SEKINKER GELOWING merupakan akronim dari โSEjahterakan masyarakat misKIN, KERjasama CSR, GErebek Lawan dan Waspada stuntINGโ.
Program tersebut diarahkan sebagai salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam memperkuat intervensi pembangunan untuk pengentasan kemiskinan, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan penurunan prevalensi stunting.
Melalui konsep tersebut, pemerintah daerah berupaya mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pihak non-pemerintah agar upaya penanganan persoalan sosial dapat dilakukan secara lebih terpadu dan berkelanjutan.
Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri terus menekankan pentingnya pembangunan berbasis kolaborasi, integrasi program, serta pemanfaatan seluruh potensi yang dimiliki daerah.
โYang kita bangun adalah kerja bersama. Perencanaan harus terintegrasi, program harus saling menguatkan, dan kemitraan harus diperluas agar pembangunan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkap Komang Koheri.
Melalui penguatan tata kelola SEKINKER GELOWING, integrasi ALUR MIS X dan KOLEGA CETING, serta perluasan kemitraan non-APBD, Pemkab Lampung Tengah berharap berbagai intervensi pembangunan dapat berjalan lebih efektif, kolaboratif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam mewujudkan Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045. (R)
