PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahEKONOMIHeadlineLampungLampung Tengah

Gerakan Serentak Penetrasi Pasar se-Lampung, Pemkab Lampung Tengah Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terjangkau

Rendra
336
×

Gerakan Serentak Penetrasi Pasar se-Lampung, Pemkab Lampung Tengah Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terjangkau

Sebarkan artikel ini

Upaya pengendalian inflasi daerah terus diperkuat Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota. Salah satunya melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar se-Provinsi Lampung, yang dilaksanakan secara bersinergi dengan Bulog, Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), serta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, S.E., M.M., mengatakan gerakan tersebut merupakan langkah bersama untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau.

β€œDalam rangka pengendalian inflasi daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung melaksanakan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar se-Provinsi Lampung, bekerja sama dengan Bulog, BI dan BPS serta seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung,” ujar Mohammad Zimmi Skil.

Menurutnya, penetrasi pasar menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk merespons dinamika harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Dengan turun langsung ke pasar, pemerintah dapat melihat kondisi perdagangan secara lebih dekat dan memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan gerakan serentak tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan turut mengambil bagian dalam pelaksanaan penetrasi pasar.

Kegiatan di Lampung Tengah dijadwalkan berlangsung Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pasar Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Lampung Tengah, Yos Devera, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Menurut Yos Devera, pasar bukan sekadar tempat transaksi antara pedagang dan pembeli, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, menjaga stabilitas harga di pasar berarti ikut menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

β€œYang paling penting adalah masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan keberlangsungan para pedagang,” ujar Yos Devera, Senin (7/9/2026).

Dalam kegiatan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Bandar Jaya, sejumlah kebutuhan pokok disiapkan dengan harga yang relatif terjangkau. Diantaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, Minyakita Rp31.000 per 2 liter, serta gula ManisKita Rp17.500 per kilogram.

Kehadiran komoditas tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Yos menegaskan, pendekatan pengendalian inflasi harus dilakukan secara merakyat, nyata dan langsung menyentuh kebutuhan warga.

β€œPasar adalah tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, stabilitas harga di pasar harus kita jaga bersama. Pedagang tetap mendapatkan ruang untuk berusaha, sementara masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau,” katanya.

Pelaksanaan penetrasi pasar tersebut juga menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Plt. Bupati I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, pengendalian inflasi bukan semata-mata persoalan angka statistik. Dampaknya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama ketika menyangkut harga beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pokok lainnya.

Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, Pemkab Lamteng, Bulog, BI dan BPS menjadi penting agar kebijakan stabilisasi harga tidak berhenti pada tataran koordinasi, tetapi hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Kinerja tersebut sekaligus memperlihatkan arah kepemimpinan Plt. Bupati I Komang Koheri yang mendorong jajaran pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan ekonomi dan memastikan program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi warga.

Di tengah aktivitas pasar yang menjadi denyut nadi perekonomian rakyat, kehadiran pemerintah diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi konsumen sekaligus memberikan ruang usaha yang sehat bagi para pedagang.

Dari pasar, pemerintah menjaga harga. Dari harga yang terkendali, daya beli masyarakat dijaga. Dan dari daya beli masyarakat, roda perekonomian Lampung Tengah terus bergerak.

Semangat tersebut sejalan dengan visi β€œLampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi bagian utama dari manfaat pembangunan. (R)

 

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2