PASAR & KOMODITAS
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
πŸ… Emas Antam: Rp 1.415.000/gr
πŸ”„ Buyback Emas: Rp 1.260.000/gr
πŸ›’οΈ Minyak Brent (Oil): $79.65/bbl (+0.45%)
πŸ’΅ USD / IDR: Rp 15.680 (-0.12%)
πŸ“ˆ IHSG: 7.420,50 (+0.38%)
πŸͺ™ Perak / Silver: Rp 16.850/gr
DaerahEKONOMIHeadlineLampung Tengah

Tim Sigermas Paksi Bapenda Lampung Tengah Perkuat Jemput Bola Pajak Daerah

Rendra
353
×

Tim Sigermas Paksi Bapenda Lampung Tengah Perkuat Jemput Bola Pajak Daerah

Sebarkan artikel ini

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lampung Tengah terus memperkuat optimalisasi penerimaan pajak daerah melalui strategi jemput bola ke lapangan.

Langkah tersebut dilakukan Tim Sigermas Paksi dengan turun langsung ke masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan pendataan, verifikasi, sosialisasi, sekaligus menggali potensi penerimaan pajak daerah.

Hasil pelaksanaan turun lapangan tersebut dipresentasikan dalam forum internal Bapenda Lampung Tengah. Masing-masing Ketua Tim Sigermas Paksi menyampaikan laporan hasil kerja, perkembangan potensi pajak, kendala yang ditemukan di lapangan, hingga langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemetaan dan penelusuran terhadap berbagai sektor pajak daerah sebagaimana menjadi perhatian Bapenda, antara lain PBJT yang meliputi jasa kesenian dan hiburan, jasa perhotelan, jasa parkir, makanan dan/atau minuman, serta tenaga listrik. Selain itu juga mencakup Pajak MBLB, Pajak Reklame, Pajak Air Tanah (PAT), PBBKB, Opsen BBNKB, Opsen PKB, serta PBB-P2.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapenda Lampung Tengah, Dr. (Can) Muhammad Arnez, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar angka penerimaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih aktif, terukur dan berbasis kondisi riil di lapangan.

β€œKita ingin memastikan potensi pajak daerah benar-benar terdata dengan baik. Karena itu, Tim Sigermas Paksi harus hadir langsung di lapangan, melihat kondisi sebenarnya, melakukan pendekatan kepada wajib pajak, serta memberikan pemahaman bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Arnez.

Menurutnya, laporan dari masing-masing ketua tim menjadi bahan penting bagi Bapenda untuk menentukan langkah selanjutnya. Setiap temuan lapangan akan ditindaklanjuti melalui pemutakhiran data, komunikasi dengan wajib pajak, serta koordinasi dengan pihak terkait.

Arnez juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas seluruh personel Tim Sigermas Paksi.

“Pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan secara humanis dan persuasif, sehingga kesadaran membayar pajak tumbuh bukan karena tekanan, melainkan karena adanya pemahaman mengenai manfaat pajak bagi daerah,” pesan Plt. Kepala Bapenda Lampung Tengah kepada semua tim, Selasa (8/9/2026).

Penguatan kinerja Bapenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung arah kebijakan Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam membangun pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan I Komang Koheri, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus didorong dengan mengedepankan pendataan potensi, keterbukaan, pelayanan, serta pengawasan sehingga setiap potensi pendapatan daerah dapat dikelola secara optimal dan bertanggung jawab.

β€œPak Plt. Bupati terus mendorong agar perangkat daerah bekerja secara nyata dan terukur. Bapenda tentu harus mengambil bagian dalam hal tersebut melalui penguatan pendapatan daerah. Namun yang paling penting adalah prosesnya harus dilakukan dengan baik, transparan dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” kata Arnez.

Ia menambahkan, jemput bola menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pemerintah dengan wajib pajak. Dengan turun langsung, pemerintah tidak hanya memperoleh data yang lebih akurat, tetapi juga dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Presentasi hasil kerja Tim Sigermas Paksi pun diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki pola kerja ke depan. Setiap ketua tim dituntut mampu menyampaikan laporan secara faktual sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan strategi peningkatan PAD.

Dengan pola kerja yang terarah, Bapenda Lampung Tengah optimistis pengelolaan pajak daerah akan semakin tertib, potensi penerimaan semakin tergali, dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah.

β€œKita bekerja bukan hanya untuk mengejar target, tetapi bagaimana setiap potensi yang ada dapat dikelola secara benar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lampung Tengah,” pungkas Arnez. (R)

“Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045”

HAK CIPTA DILINDUNGI
Dilarang mengutip atau menyalin artikel tanpa mencantumkan link sumber resmi Karya Nasional.

2