Seni mendongeng dinilai bukan sekadar aktivitas bercerita, tetapi dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai moral, membangun karakter, serta mengembangkan imajinasi peserta didik.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Bercerita Mendongeng yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Kota Gajah, Sabtu (12/9/2026), di SDIT Anabah PGRI Kota Gajah.
Kegiatan yang mengusung tema βBergerak, Berkarya dan Berinovasi Melalui Cerita Inspiratifβ tersebut menghadirkan Partila Umar, Founder Kampung Dongeng Lampung Tengah sekaligus Ketua PGRI Lampung Tengah, sebagai narasumber.
Di hadapan para guru SD se-Kecamatan Kota Gajah, Partila Umar membagikan berbagai teknik dasar mendongeng agar cerita yang disampaikan guru mampu menarik perhatian sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Materi pelatihan tidak berhenti pada teori. Para peserta diajak mempraktikkan secara langsung teknik olah vokal, intonasi, ekspresi wajah, bahasa tubuh, penghayatan karakter, pengaturan tempo, hingga teknik membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan peserta didik.
Partila menekankan, kekuatan seorang pendongeng tidak hanya terletak pada cerita yang disampaikan, tetapi juga pada bagaimana cerita tersebut dibawakan. Perubahan karakter suara, ekspresi, gerakan tubuh dan penekanan pada bagian-bagian tertentu dapat membuat sebuah cerita terasa lebih hidup.

βKetika mendongeng, guru harus mampu membawa anak masuk ke dalam cerita. Anak bukan hanya mendengar suara guru, tetapi merasakan suasana, mengenal karakter tokoh, memahami konflik dan akhirnya menangkap pesan yang ada di dalam cerita,β ujar Partila.
Menurutnya, kemampuan mendongeng juga dapat menjadi salah satu cara bagi guru untuk menyampaikan pendidikan karakter tanpa membuat anak merasa sedang diberi nasihat secara langsung.
Nilai tentang kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kepedulian, kedisiplinan dan sikap saling menghargai dapat disisipkan melalui alur cerita yang menarik dan sesuai dengan usia anak.
Partila juga menegaskan bahwa budaya mendongeng tidak semestinya hanya dibebankan kepada guru PAUD. Guru SD, SMP, SMA hingga orang tua juga memiliki peran dalam menghadirkan cerita yang edukatif bagi anak-anak.
βBercerita dan mendongeng bukan hanya untuk guru PAUD. Guru SD, SMP, SMA bahkan orang tua juga memiliki peran. Melalui cerita, kita bisa menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak,β jelasnya.
Ia mengapresiasi langkah KKG Kecamatan Kota Gajah yang memberikan ruang kepada para guru untuk mengembangkan kemampuan bercerita dan mendongeng.
Menurut Partila, kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan karena guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan metode yang kreatif dan inovatif di dalam kelas.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing. Bahkan, Partila mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Sementara itu, Halimah dari Kelompok Kerja Guru Kecamatan Kota Gajah menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme para guru dalam mengikuti pelatihan tersebut.
Ia menilai mendongeng memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang mampu membuat suasana kelas lebih hidup sekaligus membantu guru menyampaikan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada anak secara menyenangkan.
βMendongeng bukan sekadar bercerita, tetapi merupakan media strategis untuk membentuk karakter anak. Kami sangat mengapresiasi semangat para guru yang terus berupaya meningkatkan kompetensinya. Dengan kreativitas dalam bercerita dan mendongeng, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih hidup dan berkesan bagi anak-anak,β ujarnya.
Pelatihan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung interaktif. Komposisi kegiatan didominasi praktik, yakni sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Para peserta tampak antusias ketika mempraktikkan berbagai karakter suara, ekspresi dan gerakan tubuh di bawah bimbingan langsung Partila Umar. Suasana pelatihan pun berlangsung hangat dan penuh kreativitas.
Melalui kegiatan tersebut, KKG Kecamatan Kota Gajah diharapkan mampu melahirkan lebih banyak guru yang tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendongeng inspiratif yang mampu menghadirkan pembelajaran menyenangkan, membangun imajinasi, serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi penerus.
Pada akhirnya, sebuah cerita yang disampaikan dengan teknik yang tepat bukan hanya membuat anak tersenyum dan tertawa, tetapi juga dapat meninggalkan pesan kebaikan yang melekat dalam ingatan mereka. (R)
