Di sela kegiatan sosialisasi Perda tentang narkotika kepada masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., menyempatkan diri meninjau pembangunan Balai Dusun V Endah Murni, Kampung Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pasalnya, pembangunan Balai Dusun yang diharapkan menjadi fasilitas bersama warga sempat terkendala pembiayaan sehingga belum dapat diselesaikan.
Kepala Kampung Bandar Sakti, Darno, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian Ni Ketut Dewi Nadi yang turun langsung melihat kondisi pembangunan tersebut.

βKami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ni Ketut Dewi Nadi yang telah berkunjung ke Kampung Bandar Sakti, khususnya ke Dusun V Endah Murni. Beliau telah meninjau pembangunan Balai Dusun dan alhamdulillah memberikan bantuan untuk melanjutkan atau menyelesaikan pembangunan Balai Dusun ini,β ujar Kepala Kampung mewakili masyarakat.
Menurut Darno, perhatian tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat karena pembangunan Balai Dusun yang sempat terkendala kini dapat kembali dilanjutkan.
βSekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ni Ketut Dewi Nadi. Semoga beliau sukses selalu dan apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat,β tambahnya.

Ni Ketut Dewi Nadi mengatakan, dirinya sengaja menyempatkan waktu melihat langsung kondisi pembangunan Balai Dusun tersebut setelah mendapat informasi mengenai kendala yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, persoalan fasilitas masyarakat tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu dilihat secara langsung agar dapat diketahui kebutuhan dan solusi yang memungkinkan.
βSaya datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kalau ada pembangunan yang belum selesai karena terkendala biaya, tentu kita harus mencari solusi bersama. Jangan sampai masyarakat sudah berusaha membangun fasilitas untuk kepentingan bersama, tetapi terhenti di tengah jalan,β ujar Ni Ketut Dewi Nadi.
Ia menegaskan, Balai Dusun merupakan fasilitas yang penting bagi masyarakat karena dapat digunakan untuk berbagai kegiatan warga, mulai dari musyawarah, kegiatan sosial, pelayanan masyarakat hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.

βIni fasilitas masyarakat. Jadi kalau sudah selesai, yang menikmati dan menggunakan juga masyarakat. Saya berharap bantuan ini bisa menjadi bagian dari solusi agar pembangunan dapat dilanjutkan sampai selesai dan nantinya benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan warga,β katanya.
Ni Ketut Dewi Nadi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan berkomunikasi dengan pemerintah kampung maupun pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
βYang paling penting adalah kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat juga tidak bisa berjalan sendiri. Kalau kita bersama-sama, persoalan yang ada di tengah masyarakat bisa kita carikan jalan keluarnya,β tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan turun ke masyarakat menjadi kesempatan penting bagi dirinya sebagai wakil rakyat untuk mendengar secara langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
βSaya ingin apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa disampaikan secara langsung. Kita lihat persoalannya, kita komunikasikan, kemudian kita cari solusi sesuai kemampuan dan aturan yang ada. Intinya, jangan sampai masyarakat merasa sendiri ketika menghadapi persoalan,β ungkap Ni Ketut Dewi Nadi.
Ni Ketut Dewi Nadi tercatat sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024β2029 dari Fraksi PDI Perjuangan dan mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Tengah, Dr. Candra Puasati, S.Pd., M.Pd., Camat Terusan Nunyai Andri Yulizar, S.E., M.M., Kepala Kampung Bandar Sakti Darno, serta unsur pemerintah dan masyarakat setempat.
Momentum tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tidak hanya menjadi ruang penyampaian edukasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.
Bagi masyarakat Dusun V Endah Murni, perhatian terhadap pembangunan Balai Dusun tersebut menjadi dorongan tersendiri agar fasilitas yang sempat terkendala pembiayaan dapat kembali dilanjutkan dan segera dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. (Rendra)
